
Sholat sunnah tahajud ibadah malam penuh berkah
October 8, 2025Dzikir setelah sholat fardhu sesuai sunnah Esensi & Praktik
October 8, 2025Doa ucapan selamat untuk kelahiran anak sesuai sunnah merupakan salah satu bentuk syukur dan harapan terbaik yang dipanjatkan oleh umat Muslim atas karunia buah hati. Kehadiran seorang bayi adalah anugerah besar dari Allah SWT yang membawa kebahagiaan tak terhingga bagi keluarga. Oleh karena itu, menyambutnya dengan doa dan amalan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW adalah wujud ketaatan serta upaya untuk membekali sang anak dengan keberkahan sejak dini.
Topik ini tidak hanya membahas lafaz doa yang diajarkan, tetapi juga menggali makna mendalam di balik setiap ucapan, keutamaan bagi yang mendoakan, serta berbagai amalan sunnah lain yang mengiringi kelahiran. Memahami panduan ini membantu setiap Muslim untuk menyambut anggota keluarga baru dengan cara yang paling diridhai, menanamkan nilai-nilai Islam sejak awal kehidupan sang anak, dan menciptakan lingkungan yang penuh berkah.
Makna dan Keutamaan Doa Kelahiran dalam Islam

Dalam ajaran Islam, kelahiran seorang anak merupakan anugerah dan amanah besar dari Allah SWT. Momen kedatangan anggota keluarga baru ini bukan hanya disambut dengan suka cita, melainkan juga dengan kesadaran penuh akan tanggung jawab spiritual. Oleh karena itu, mendoakan anak yang baru lahir menjadi sebuah tradisi yang sarat makna, mencerminkan harapan dan permohonan terbaik agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat bagi agama, keluarga, serta masyarakat.
Doa dan ucapan selamat yang sesuai sunnah tidak hanya menjadi bentuk ekspresi kebahagiaan, tetapi juga fondasi awal dalam menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.
Urgensi Mendoakan Anak yang Baru Lahir
Mendoakan anak yang baru lahir memiliki urgensi yang sangat tinggi dalam Islam, bukan sekadar tradisi tanpa dasar. Tindakan ini merupakan wujud syukur orang tua kepada Allah atas karunia yang telah diberikan, sekaligus upaya pertama untuk memohon perlindungan dan keberkahan bagi sang buah hati. Doa menjadi benteng spiritual yang diharapkan mampu menjaga anak dari segala keburukan dan membimbingnya menuju jalan kebaikan.
Dengan mendoakan, orang tua menunjukkan kesadaran bahwa mereka tidak mampu mendidik anak sendirian tanpa pertolongan dan bimbingan dari Sang Pencipta. Hal ini juga menjadi pengingat akan fithrah suci yang dimiliki setiap bayi, dan doa diharapkan dapat menjaga kesucian fithrah tersebut dari pengaruh negatif dunia.
Pahala dan Keutamaan Doa Kelahiran
Mendoakan anak yang baru lahir serta memberikan ucapan selamat yang sesuai sunnah membawa banyak pahala dan keutamaan, baik bagi orang tua maupun bagi mereka yang turut mendoakan. Tindakan ini mencerminkan ketaatan kepada ajaran agama dan kepedulian sosial yang tinggi. Beberapa keutamaan dan pahala yang bisa diraih antara lain:
- Bagi Orang Tua: Orang tua yang mendoakan anaknya dengan tulus akan mendapatkan pahala besar karena telah menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW. Doa mereka menjadi investasi akhirat, sebab anak yang saleh dan terus mendoakan orang tuanya setelah meninggal dunia akan menjadi amal jariyah yang tidak terputus. Selain itu, doa juga menumbuhkan rasa kedekatan spiritual antara orang tua dan anak sejak dini, memperkuat ikatan keluarga berdasarkan nilai-nilai agama.
- Bagi Anak: Anak yang didoakan sejak lahir diharapkan akan tumbuh dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT. Doa-doa tersebut ibarat bibit kebaikan yang ditanam, semoga kelak berbuah akhlak mulia, kecerdasan, dan keberkahan dalam hidupnya. Dengan doa, diharapkan anak dijauhkan dari godaan setan dan senantiasa berada di jalan yang lurus.
- Bagi Pemberi Ucapan Selamat: Individu yang mengucapkan selamat atas kelahiran anak dengan doa-doa kebaikan sesuai sunnah juga akan mendapatkan pahala. Tindakan ini menunjukkan rasa persaudaraan dan kepedulian terhadap sesama Muslim, serta menjadi bagian dari menyebarkan kebaikan dan kebahagiaan. Ucapan selamat yang disertai doa juga dapat menjadi pengingat bagi orang tua untuk senantiasa mendidik anaknya dengan baik.
Landasan Syar’i Doa dan Ucapan Selamat Kelahiran
Anjuran untuk mendoakan dan memberikan ucapan selamat atas kelahiran anak memiliki landasan syar’i yang kuat dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW. Islam sangat menekankan pentingnya memulai kehidupan dengan kebaikan dan permohonan kepada Allah. Beberapa dalil yang mendasari hal ini adalah:
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)
Ayat ini menunjukkan betapa besar harapan seorang Muslim untuk memiliki keturunan yang menjadi penyejuk hati dan teladan. Harapan ini tentu saja diwujudkan melalui doa dan usaha mendidik.Rasulullah SAW juga mengajarkan doa dan ucapan selamat ketika ada kelahiran. Salah satu contohnya adalah doa yang diajarkan oleh Hasan Al-Bashri ketika ada anak yang baru lahir, yaitu:
“Baarakallahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.” (Semoga Allah memberkahimu pada anak yang diberikan kepadamu, engkau bersyukur kepada Dzat Yang memberi, semoga anak itu mencapai kedewasaannya, dan engkau diberikan rezeki kebaikannya.)
Doa ini mencakup permohonan keberkahan, rasa syukur, harapan agar anak tumbuh dewasa dengan baik, serta keberkahan dari kebaikan anak tersebut. Ini menunjukkan betapa lengkapnya ajaran Islam dalam menyambut kelahiran.
Gambaran Kebahagiaan Keluarga Muslim Menyambut Kelahiran Bayi
Di sebuah kamar yang dipenuhi nuansa ketenangan, terpancar kehangatan dan kebahagiaan yang tak terhingga. Cahaya lembut dari lampu tidur menerangi wajah-wajah yang penuh syukur. Di tengah ruangan, sebuah boks bayi berwarna putih bersih menampung sesosok mungil yang terlelap dengan damai, dibalut kain lembut. Orang tua sang bayi, seorang ibu dengan jilbab sederhana dan seorang ayah dengan peci putih, duduk bersimpuh di sisi boks.
Wajah mereka memancarkan kelegaan dan rasa cinta yang mendalam, sesekali tersenyum melihat tarikan napas halus sang buah hati.Sang ayah dengan lembut mengangkat kedua tangannya, memanjatkan doa-doa terbaik. Bibirnya bergerak pelan, melafalkan ayat-ayat suci dan permohonan kepada Allah agar anak mereka tumbuh sehat, menjadi pribadi yang saleh dan berbakti. Sementara itu, sang ibu menatap wajah bayinya dengan mata berkaca-kaca, ikut mengamini setiap untaian doa yang dipanjatkan suaminya, sesekali mengusap lembut kening bayinya.
Suasana khusyuk dan penuh harap ini menggambarkan momen sakral di mana sebuah keluarga Muslim menyambut amanah baru dengan penuh kesadaran spiritual, menjadikan doa sebagai jembatan pertama antara sang bayi dengan Sang Pencipta, sekaligus sebagai fondasi awal bagi perjalanan hidupnya yang panjang. Di sudut ruangan, beberapa kerabat dekat turut merasakan kebahagiaan, tersenyum dan ikut memanjatkan doa dalam hati, menambah kehangatan suasana syukuran yang sederhana namun penuh makna.
Panduan Doa dan Ucapan Selamat Sesuai Sunnah

Kelahiran seorang anak adalah anugerah terindah dari Allah SWT, membawa kebahagiaan dan harapan baru bagi setiap keluarga. Dalam Islam, momen sakral ini diiringi dengan anjuran untuk mendoakan dan mengucapkan selamat kepada orang tua, sebagai bentuk syukur dan dukungan. Mengucapkan doa dan selamat sesuai sunnah bukan hanya sekadar tradisi, melainkan juga cerminan kepedulian dan harapan baik agar anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat.Panduan ini akan menguraikan berbagai lafaz doa dan ucapan selamat yang diajarkan dalam Islam, khususnya yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabat.
Memahami serta mengamalkan doa dan ucapan ini diharapkan dapat menambah keberkahan bagi bayi yang baru lahir dan menguatkan tali silaturahmi antar sesama muslim.
Contoh Lafaz Doa untuk Anak yang Baru Lahir
Mendoakan anak yang baru lahir adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Doa-doa ini berisi permohonan agar anak diberikan kebaikan, keberkahan, perlindungan, dan tumbuh menjadi pribadi yang saleh. Berikut adalah beberapa contoh lafaz doa yang bisa diucapkan:
-
Doa Perlindungan untuk Anak (Doa Nabi Ibrahim untuk keturunannya):
Lafaz: “أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ”
Transliterasi: “U’iidzuka bikalimaatillaahit taammah min kulli syaithaanin wa haammah, wa min kulli ‘ainin laammah.”
Arti: “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang dengki.” -
Doa Agar Anak Diberi Keberkahan dan Kebaikan:
Lafaz: “بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ”
Transliterasi: “Barakallahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahib, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.”
Arti: “Semoga Allah memberkahimu atas karunia yang diberikan kepadamu, dan engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, semoga ia mencapai dewasa, dan engkau dianugerahi kebaikannya.” -
Doa untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat:
Lafaz: “اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ بَارًّا تَقِيًّا رَشِيدًا وَأَنْبِتْهُ فِي الْإِسْلَامِ نَبَاتًا حَسَنًا”
Transliterasi: “Allahummaj’alhu barran taqiyyan rasyidan wa anbit-hu fil Islaami nabaatan hasanan.”
Arti: “Ya Allah, jadikanlah ia anak yang berbakti, bertakwa, cerdas, dan tumbuhkanlah ia dalam Islam dengan pertumbuhan yang baik.”
Ucapan Selamat dari Sahabat Nabi dan Ulama Terdahulu
Selain doa, memberikan ucapan selamat kepada orang tua yang baru dikaruniai anak juga merupakan bentuk kebaikan dan sunnah. Ucapan ini mencerminkan rasa syukur dan harapan baik bagi keluarga yang berbahagia. Berikut adalah beberapa contoh ucapan selamat yang populer dan sesuai sunnah:
“بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوبِ لَكَ وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ وَبَلَغَ أَشُدَّهُ وَرُزِقْتَ بِرَّهُ”
“Semoga Allah memberkahimu atas karunia yang diberikan kepadamu, dan engkau bersyukur kepada Sang Pemberi, semoga ia mencapai dewasa, dan engkau dianugerahi kebaikannya.” (Ucapan ini diriwayatkan dari Hasan Al-Basri kepada seseorang yang baru memiliki anak, dan beliau menambahkan: “Semoga Allah menjadikan anak itu berkah bagimu dan bagi umat Nabi Muhammad SAW.”)
“جَعَلَهُ اللَّهُ مُبَارَكًا عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ”
“Semoga Allah menjadikannya berkah bagimu dan bagi umat Nabi Muhammad SAW.” (Ucapan yang sering digunakan oleh para ulama terdahulu).
“تَهَانِيْنَا بِمَوْلُودِكُمْ، نَسْأَلُ اللَّهَ أَنْ يَجْعَلَهُ قُرَّةَ عَيْنٍ لَكُمْ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ”
“Selamat atas kelahiran bayi Anda, kami memohon kepada Allah agar menjadikannya penyejuk mata bagi Anda di dunia dan akhirat.” (Ucapan umum yang mengandung doa kebaikan).
Perbandingan Doa dan Ucapan Selamat Kelahiran
Berbagai doa dan ucapan selamat memiliki tujuan dan konteks yang serupa, yaitu mendoakan kebaikan bagi bayi dan orang tuanya. Tabel berikut membandingkan beberapa di antaranya untuk memberikan gambaran yang lebih jelas:
| Lafaz Doa/Ucapan | Siapa yang Mengucapkan | Untuk Siapa Ditujukan | Fokus Doa/Ucapan |
|---|---|---|---|
| “U’iidzuka bikalimaatillaahit taammah…” | Orang tua atau orang lain | Anak yang baru lahir | Perlindungan dari keburukan |
| “Barakallahu laka fil mauhuubi laka…” | Orang lain kepada orang tua | Orang tua dan anak | Keberkahan, rasa syukur, kebaikan anak |
| “Allahummaj’alhu barran taqiyyan…” | Orang tua atau orang lain | Anak yang baru lahir | Karakter anak yang saleh dan bertakwa |
| “Jaa’alahullahu mubaarakan ‘alaika…” | Orang lain kepada orang tua | Orang tua dan umat | Keberkahan bagi keluarga dan umat |
Adab dan Tata Cara Mengucapkan Selamat kepada Orang Tua Baru
Mengucapkan selamat atas kelahiran anak tidak hanya tentang lafaz yang diucapkan, tetapi juga adab dan tata cara yang menyertainya. Sikap yang santun dan penuh empati akan menambah nilai dari ucapan tersebut. Memperhatikan adab ini merupakan bagian dari akhlak mulia dalam Islam.Pertama, niatkanlah ucapan selamat sebagai bentuk tasyakkur (bersyukur) kepada Allah atas karunia-Nya dan sebagai bentuk dukungan kepada sesama muslim. Hindari ucapan yang berlebihan atau mengandung unsur riya.
Kedua, ucapkanlah dengan tulus dan penuh kegembiraan, mencerminkan kebahagiaan atas bertambahnya anggota keluarga muslim.Waktu yang tepat untuk mengucapkan selamat adalah segera setelah kabar kelahiran diterima, atau dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran. Tidak ada batasan waktu yang ketat, namun umumnya disampaikan saat mengunjungi bayi atau ketika bertemu dengan orang tuanya. Jika tidak memungkinkan untuk bertemu langsung, ucapan selamat dapat disampaikan melalui pesan tertulis atau telepon, disertai dengan doa kebaikan.Saat berkunjung, perhatikan kondisi ibu dan bayi.
Pastikan kunjungan tidak mengganggu istirahat ibu atau jadwal menyusui bayi. Hindari keramaian yang berlebihan di sekitar bayi yang baru lahir untuk menjaga kesehatannya. Sebaiknya, tidak berlama-lama saat berkunjung dan prioritaskan kenyamanan keluarga yang baru saja melalui proses persalinan. Selain itu, membawa hadiah atau buah tangan yang bermanfaat juga merupakan salah satu bentuk kebaikan dan kepedulian.
Amalan Sunnah Lainnya Setelah Kelahiran Anak

Selain doa dan ucapan selamat, Islam juga menganjurkan beberapa amalan sunnah lain yang dapat dilakukan untuk menyambut kehadiran buah hati. Amalan-amalan ini tidak hanya menjadi wujud syukur atas karunia Allah SWT, tetapi juga mengandung makna spiritual dan sosial yang mendalam bagi keluarga dan komunitas. Setiap praktik ini memiliki tata cara dan tujuan yang spesifik, semuanya bertujuan untuk memberikan keberkahan dan awal yang baik bagi kehidupan sang anak.
Azan dan Iqamah untuk Bayi Baru Lahir
Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan segera setelah kelahiran adalah mengumandangkan azan di telinga kanan bayi dan iqamah di telinga kirinya. Praktik ini merupakan simbolisasi pertama kalinya bayi mendengar kalimat tauhid dan seruan untuk beribadah kepada Allah SWT. Dengan demikian, diharapkan nilai-nilai keimanan sudah tertanam sejak dini, menjadi pengingat akan tujuan hidupnya di dunia.
Mengucapkan doa selamat untuk kelahiran anak sesuai sunnah adalah praktik yang dianjurkan, penuh berkah bagi keluarga baru. Sebagaimana kita senantiasa diajak merenungkan kebaikan dalam setiap ibadah, penting juga memahami nilai pahala berlimpah dari mengamalkan hadits tentang bershalawat. Semangat berbagi kebaikan ini selaras dengan doa tulus agar sang buah hati tumbuh menjadi generasi penerus yang sholeh/sholehah, berbakti kepada orang tua dan agama.
Pelaksanaan Tahnik, Doa ucapan selamat untuk kelahiran anak sesuai sunnah
Tahnik adalah amalan sunnah di mana seseorang mengoleskan kurma yang sudah dilunakkan ke langit-langit mulut bayi yang baru lahir. Amalan ini bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna mendalam sebagai simbol keberkahan, kemanisan hidup, dan doa agar bayi tumbuh sehat serta kuat. Berikut adalah prosedur langkah demi langkah untuk melakukan tahnik:
- Siapkan sebutir kurma yang matang dan bersih. Idealnya, kurma jenis ajwa atau kurma lain yang manis dan mudah dilunakkan.
- Kunyah kurma tersebut hingga sangat lembut dan menyerupai pasta. Pastikan mulut dalam keadaan bersih sebelum mengunyah kurma.
- Oleskan sedikit pasta kurma yang sudah lembut ke jari yang bersih, misalnya jari kelingking atau jari manis.
- Secara perlahan dan lembut, masukkan jari ke dalam mulut bayi. Oleskan pasta kurma ke langit-langit mulutnya, merata ke seluruh bagian dengan gerakan melingkar yang halus.
- Pastikan bayi menelan sedikit dari kurma tersebut. Amalan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, kasih sayang, dan kelembutan agar tidak melukai bayi.
Tata Cara Aqiqah
Aqiqah adalah penyembelihan hewan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak, serta salah satu bentuk sedekah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Amalan ini memiliki ketentuan khusus terkait waktu, jenis hewan, dan distribusinya.
Secara ideal, aqiqah dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran bayi. Namun, jika ada halangan atau belum memungkinkan, aqiqah masih dapat dilakukan pada hari ke-14 atau ke-21. Bahkan, jika pada waktu-waktu tersebut belum terlaksana, aqiqah tetap bisa dilakukan kapan saja setelahnya, asalkan kondisi memungkinkan. Untuk anak laki-laki, dianjurkan menyembelih dua ekor kambing atau domba, sedangkan untuk anak perempuan cukup satu ekor.
Hewan yang disembelih harus dalam kondisi sehat, tidak cacat, dan telah mencapai umur yang disyariatkan.
Mendoakan keberkahan bagi bayi yang baru lahir sesuai sunnah adalah amalan mulia, sebagai wujud syukur dan harapan terbaik. Semangat menebarkan kebaikan ini mengingatkan kita pada dakwah inspiratif yang pernah disyiarkan, misalnya melalui lantunan merdu dalam uje shalawat cinta. Semoga setiap doa yang terucap menjadi fondasi kuat bagi sang buah hati, tumbuh sehat, cerdas, dan senantiasa berada dalam lindungan-Nya sesuai tuntunan sunnah.
Setelah disembelih, daging aqiqah disarankan untuk dimasak terlebih dahulu, biasanya dengan rasa manis, sebelum dibagikan. Sebagian dari daging yang sudah dimasak dapat dinikmati oleh keluarga yang beraqiqah, sedangkan sebagian besar lainnya didistribusikan kepada fakir miskin, tetangga, dan kerabat. Tujuan utama dari pembagian ini adalah untuk berbagi kebahagiaan dan keberkahan atas kelahiran anak, sekaligus mempererat tali silaturahmi.
Gambaran Ilustrasi Prosesi Aqiqah
Bayangkan sebuah pemandangan hangat dan penuh kebersamaan yang terekam dalam sebuah ilustrasi. Di halaman rumah yang teduh, mungkin di bawah naungan pohon besar atau tenda sederhana, terhampar karpet atau tikar di mana keluarga inti, termasuk orang tua baru dengan bayi mereka, serta kerabat dekat dan sahabat duduk melingkar. Di tengah-tengah mereka, seekor domba jantan yang sehat dan bersih, dengan bulu putih yang terawat, sedang dipegang oleh seorang pria dewasa yang bersiap untuk menyembelihnya sesuai syariat Islam.
Ekspresi syukur dan kebahagiaan terpancar jelas dari wajah orang tua, sementara sanak saudara turut menyaksikan prosesi ini dengan khidmat dan doa.
Mungkin terlihat beberapa anak kecil yang penasaran mengamati dari kejauhan, menambah suasana kekeluargaan dan kehangatan. Di sisi lain area, terlihat beberapa wanita sedang sibuk menyiapkan hidangan dari daging aqiqah yang akan segera dimasak, atau mungkin sedang membungkus sebagian daging untuk dibagikan kepada yang membutuhkan. Cahaya matahari sore yang lembut menyinari adegan ini, menciptakan aura keberkahan, kedamaian, dan kebahagiaan yang melingkupi seluruh prosesi, mencerminkan rasa syukur yang mendalam atas karunia kehidupan baru.
Ulasan Penutup

Menyambut kelahiran anak dengan doa dan amalan sesuai sunnah adalah sebuah tradisi yang sarat makna dan keberkahan dalam Islam. Dari memanjatkan doa terbaik, mengucapkan selamat sesuai tuntunan para sahabat, hingga melaksanakan aqiqah dan tahnik, setiap langkah merupakan ekspresi syukur dan harapan agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang saleh dan bermanfaat. Praktik-praktik ini tidak hanya memperkuat ikatan spiritual antara orang tua dan anak, tetapi juga membangun fondasi keimanan yang kokoh sejak dini, menjadikan setiap kelahiran sebagai momen yang penuh rahmat dan kebahagiaan yang berkesinambungan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan: Doa Ucapan Selamat Untuk Kelahiran Anak Sesuai Sunnah
Apakah ada keutamaan khusus bagi bayi yang didoakan sejak lahir?
Ya, doa yang tulus sejak lahir diyakini membawa keberkahan, perlindungan, dan bimbingan bagi bayi sepanjang hidupnya, sesuai dengan kehendak Allah SWT.
Bolehkah mendoakan anak yang baru lahir dari jarak jauh?
Tentu saja. Doa tidak terhalang oleh jarak. Memanjatkan doa dari mana saja tetap memiliki kekuatan dan diharapkan sampai kepada bayi dan keluarganya.
Apakah ada waktu terbaik untuk mengucapkan selamat atau mendoakan bayi yang baru lahir?
Waktu terbaik adalah segera setelah mendengar kabar gembira tersebut, atau kapan pun saat bertemu dengan orang tua dan bayi. Yang terpenting adalah ketulusan dalam ucapan dan doa.
Apakah ada respons khusus yang dianjurkan ketika menerima ucapan selamat dan doa?
Dianjurkan untuk menjawab dengan ucapan terima kasih dan mendoakan balik, misalnya dengan “Jazakallah Khairan” (Semoga Allah membalas kebaikanmu) atau “Aamiin, semoga Allah mengabulkan doa Anda.”



