
Tata Cara Sholat Tahajud 2 Rakaat Panduan Lengkap
October 7, 2025
Tata cara sholat tahajud 3 rakaat tuntunan ibadah khusyuk
October 7, 2025Tata cara sholat tahajud dan istikharah adalah dua ibadah sunah yang memiliki peran krusial dalam memperdalam spiritualitas seorang Muslim. Keduanya menjadi jembatan penghubung yang kuat antara hamba dengan Sang Pencipta, menawarkan ketenangan batin dan petunjuk ilahi di tengah hiruk pikuk kehidupan. Melalui amalan ini, seorang mukmin diajak untuk merenung, berserah diri, dan mencari solusi atas segala persoalan hidup dengan penuh keyakinan.
Sholat Tahajud, yang dilaksanakan di sepertiga malam terakhir, dikenal sebagai sarana untuk meraih kedekatan dan rahmat Allah, sementara Sholat Istikharah menjadi solusi spiritual bagi mereka yang dihadapkan pada pilihan sulit. Pembahasan ini akan mengupas tuntas seluk-beluk kedua sholat istimewa ini, mulai dari definisi, tata cara, hingga bagaimana keduanya dapat saling melengkapi dalam perjalanan spiritual seorang Muslim yang ingin mencapai ketenangan dan kebijaksanaan.
Memahami Sholat Tahajud

Sholat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sering disebut sebagai ‘ibadah malam’ yang mendalam. Pelaksanaannya di waktu yang sunyi dan tenang menawarkan kesempatan bagi seorang Muslim untuk mempererat hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk Sholat Tahajud, mulai dari definisi, waktu terbaik pelaksanaannya, hingga keutamaan dan manfaat spiritual yang bisa diraih.
Definisi dan Waktu Pelaksanaan Sholat Tahajud
Sholat Tahajud adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur, meskipun tidur itu hanya sebentar. Hukum melaksanakannya adalah sunnah muakkadah, yang berarti sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki keutamaan yang besar. Sholat ini menjadi sarana bagi umat Muslim untuk meraih kedekatan ekstra dengan Allah SWT, memohon ampunan, serta memanjatkan doa-doa terbaik di waktu yang mustajab.Waktu pelaksanaan Sholat Tahajud dimulai setelah Sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Sholat Subuh.
Namun, waktu yang paling utama dan sangat dianjurkan adalah pada sepertiga malam terakhir. Pembagian malam menjadi tiga bagian dapat membantu kita menentukan waktu terbaik ini:
- Sepertiga malam pertama: Dimulai setelah Sholat Isya hingga pukul 22.00 atau 22.30 WIB.
- Sepertiga malam kedua: Dimulai dari pukul 22.00 atau 22.30 WIB hingga pukul 01.00 atau 01.30 WIB.
- Sepertiga malam terakhir: Dimulai dari pukul 01.00 atau 01.30 WIB hingga menjelang waktu Sholat Subuh. Inilah waktu yang paling afdal, di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya.
Penting untuk dicatat bahwa syarat utama Sholat Tahajud adalah tidur terlebih dahulu, walaupun sebentar. Jika seseorang tidak tidur sama sekali, maka sholat yang dikerjakan pada malam hari disebut sebagai Sholat Qiyamul Lail atau sholat malam biasa, bukan Tahajud.
Keutamaan dan Manfaat Spiritual Sholat Tahajud
Sholat Tahajud menyimpan segudang keutamaan dan manfaat spiritual yang luar biasa bagi siapa saja yang melaksanakannya dengan ikhlas. Ibadah ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah jembatan yang menghubungkan hati hamba dengan Rabb-nya secara lebih mendalam. Berikut adalah beberapa keutamaan dan manfaat yang dapat dirasakan:
- Peningkatan Derajat di Sisi Allah: Allah SWT menjanjikan peningkatan derajat bagi mereka yang rajin melaksanakan Tahajud. Ini adalah janji kemuliaan di dunia dan akhirat.
- Pengabulan Doa: Waktu sepertiga malam terakhir adalah momen di mana doa-doa lebih mudah dikabulkan. Banyak umat Muslim merasakan betapa doa yang dipanjatkan di waktu ini terasa lebih “didengar” dan seringkali menemukan jalan keluar dari permasalahan mereka. Misalnya, seseorang yang sedang menghadapi dilema besar dalam pekerjaan atau keluarga, setelah rutin Tahajud dan memohon petunjuk, seringkali merasa diberikan kemudahan dalam mengambil keputusan atau mendapatkan solusi tak terduga.
- Ketenangan Hati dan Jiwa: Melaksanakan Tahajud di tengah kesunyian malam memberikan kedamaian yang mendalam. Pikiran yang kalut menjadi tenang, hati yang gelisah menemukan ketenteraman, dan beban hidup terasa lebih ringan karena disandarkan sepenuhnya kepada Allah. Ini adalah momen refleksi diri yang paling murni.
- Penghapus Dosa dan Pencegah Maksiat: Sholat Tahajud diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil yang telah lalu dan menjadi benteng yang kuat dari perbuatan maksiat di masa mendatang. Ia membersihkan hati dan menguatkan iman.
- Kesehatan Jasmani dan Rohani: Selain manfaat spiritual, bangun di sepertiga malam juga memberikan dampak positif bagi kesehatan jasmani, seperti meningkatkan sirkulasi darah dan menyegarkan pikiran. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental.
Hadis-hadis Penganjur Sholat Tahajud
Keutamaan Sholat Tahajud juga ditegaskan dalam berbagai hadis sahih Rasulullah SAW. Hadis-hadis ini menjadi landasan kuat bagi umat Islam untuk senantiasa menghidupkan malam mereka dengan ibadah yang mulia ini.
“Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam (Tahajud).” (HR. Muslim)
“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu yang tidaklah seorang Muslim memanjatkan doa pada waktu itu untuk kebaikan dunia dan akhirat, melainkan Allah akan mengabulkannya. Waktu itu ada pada setiap malam.” (HR. Muslim)
“Rabb kita turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang akhir pada setiap malamnya. Lalu Dia berfirman, ‘Barangsiapa yang berdoa kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Barangsiapa yang meminta kepada-Ku, niscaya Aku beri. Dan barangsiapa yang memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku ampuni.'” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis-hadis tersebut secara jelas menunjukkan betapa besar nilai Sholat Tahajud di mata Allah SWT dan betapa beruntungnya orang-orang yang melaksanakannya. Ini adalah investasi spiritual yang tidak akan pernah merugi.
Suasana Khusyuk di Sepertiga Malam
Membayangkan suasana saat seseorang melaksanakan Sholat Tahajud di sepertiga malam terakhir adalah meresapi kedalaman spiritual yang tak terlukiskan. Rumah yang biasanya ramai kini senyap, hanya suara detak jam atau hembusan angin malam yang sesekali terdengar. Di tengah keheningan itu, seorang hamba bangkit dari tidurnya, mengambil wudhu dengan air yang terasa menyegarkan, seolah membersihkan bukan hanya fisik tetapi juga jiwa.Saat berdiri di hadapan sajadah, dalam balutan kegelapan yang menenangkan, ia merasakan kehadiran Allah begitu dekat.
Setiap gerakan ruku, sujud, dan duduk di antara dua sujud dilakukan dengan penuh penghayatan, bukan sekadar rutinitas. Air mata mungkin menetes saat ia merenungkan dosa-dosa dan memohon ampunan, atau saat ia merasakan keagungan dan kasih sayang Tuhan yang tak terbatas. Doa-doa yang terucap bukan hanya dari lisan, tetapi dari lubuk hati yang paling dalam, tanpa beban dan tanpa kepura-puraan.Pada momen-momen inilah, segala hiruk-pikuk dunia seolah sirna, digantikan oleh ketenangan batin yang luar biasa.
Ada rasa damai yang meliputi jiwa, keyakinan bahwa setiap keluh kesah telah disampaikan kepada Sang Maha Mendengar, dan harapan bahwa setiap permohonan akan dijawab pada waktu terbaik-Nya. Suasana khusyuk ini bukan hanya tentang ritual fisik, tetapi tentang komunikasi langsung, intim, dan personal antara seorang hamba dengan Penciptanya, menciptakan kedekatan yang tak tertandingi dan mengukir kesan mendalam di hati.
Mengenal Sholat Istikharah

Dalam perjalanan hidup, seringkali kita dihadapkan pada persimpangan jalan yang menuntut sebuah keputusan penting. Baik itu menyangkut karier, jodoh, pendidikan, atau pilihan besar lainnya, kebimbangan adalah hal yang lumrah. Di sinilah Sholat Istikharah hadir sebagai sebuah jembatan spiritual, menawarkan panduan ilahi bagi setiap hamba yang mencari petunjuk terbaik dari Sang Pencipta.
Definisi dan Tujuan Utama Sholat Istikharah
Sholat Istikharah adalah sholat sunah dua rakaat yang dilaksanakan ketika seseorang dihadapkan pada dua pilihan atau lebih, dan merasa ragu untuk menentukan mana yang terbaik. Secara harfiah, “Istikharah” berarti memohon kebaikan atau meminta pilihan yang terbaik. Tujuan utamanya adalah untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan petunjuk dan kemantapan hati dalam mengambil keputusan penting, sehingga pilihan yang diambil nantinya membawa kebaikan dan keberkahan, serta dijauhkan dari keburukan.
Sholat Istikharah adalah wujud pengakuan seorang hamba bahwa hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui segala yang gaib dan Maha Bijaksana dalam menentukan segala sesuatu.
Situasi Tepat untuk Melaksanakan Sholat Istikharah
Sholat Istikharah sangat dianjurkan untuk dilaksanakan ketika seseorang berada dalam kebimbangan serius terkait urusan-urusan besar dalam hidupnya. Ini bukan sekadar sholat biasa, melainkan sebuah konsultasi spiritual yang mendalam. Berikut adalah beberapa situasi yang tepat untuk melaksanakan Sholat Istikharah:
- Pekerjaan: Ketika dihadapkan pada pilihan antara dua tawaran pekerjaan yang sama-sama menarik, atau saat mempertimbangkan untuk beralih profesi yang risikonya cukup besar.
- Jodoh: Salah satu momen paling umum untuk Istikharah adalah saat menentukan pasangan hidup, baik ketika akan melamar atau menerima lamaran, maupun saat mempertimbangkan kesesuaian calon pasangan.
- Pendidikan: Memilih jurusan kuliah, universitas, atau apakah melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2/S3) yang akan berdampak besar pada masa depan.
- Bisnis dan Investasi: Saat akan memulai usaha baru, melakukan investasi dalam jumlah besar, atau menjalin kemitraan penting yang berpotensi mengubah arah bisnis.
- Tempat Tinggal: Keputusan besar seperti membeli rumah, pindah ke kota lain, atau menentukan lokasi tinggal yang akan mempengaruhi kualitas hidup keluarga.
Melaksanakan Istikharah dalam situasi-situasi ini menunjukkan bahwa kita tidak hanya mengandalkan akal dan pertimbangan manusiawi semata, melainkan juga melibatkan campur tangan dan petunjuk dari Allah SWT.
Keutamaan dan Hikmah Sholat Istikharah, Tata cara sholat tahajud dan istikharah
Di balik tata cara dan doa yang dipanjatkan, Sholat Istikharah menyimpan keutamaan dan hikmah yang mendalam bagi seorang Muslim. Sholat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pencari petunjuk, tetapi juga sebagai sarana pendidikan spiritual yang berharga. Beberapa keutamaan dan hikmah tersebut antara lain:
- Menumbuhkan Tawakal: Sholat Istikharah mengajarkan pentingnya berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah segala ikhtiar dan pertimbangan manusiawi dilakukan. Ini menguatkan keyakinan bahwa apa pun hasilnya, itulah yang terbaik dari Allah.
- Mendidik Kepasrahan: Melalui Istikharah, hati dilatih untuk menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada. Rasa pasrah ini menghilangkan kegelisahan dan kekhawatiran yang sering menyertai proses pengambilan keputusan.
- Menghilangkan Keraguan: Dengan menyerahkan pilihan kepada Allah, beban keraguan di hati perlahan terangkat. Allah akan membimbing hati untuk condong pada pilihan yang paling baik, atau mempermudah jalan menuju pilihan tersebut.
- Mendapatkan Keberkahan: Keputusan yang diambil atas petunjuk Allah diyakini akan membawa keberkahan dan kebaikan di dunia maupun di akhirat, serta menjauhkan dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Memperkuat Hubungan dengan Allah: Sholat Istikharah adalah bentuk komunikasi langsung dengan Allah, memperdalam rasa ketergantungan dan kedekatan seorang hamba kepada Penciptanya dalam setiap aspek kehidupan.
Ketenangan Batin Setelah Istikharah
Seseorang yang sedang dihadapkan pada pilihan besar, seperti dilema antara dua tawaran pekerjaan yang menjanjikan, seringkali terlihat dari raut wajahnya. Sebelum melaksanakan Sholat Istikharah, wajahnya mungkin tampak tegang, sering menghela napas panjang, dan sorot matanya penuh kebimbangan. Pikirannya terus berputar, menimbang-nimbang pro dan kontra dari setiap pilihan yang ada, hingga sulit tidur nyenyak, bahkan nafsu makan pun berkurang.
Namun, setelah menunaikan Sholat Istikharah dengan sepenuh hati, memanjatkan doa istikharah yang tulus, dan menyerahkan segalanya kepada Allah, perlahan raut wajahnya berubah. Garis ketegangan di dahinya melunak, senyum tipis mulai tersungging, dan matanya memancarkan ketenangan yang mendalam. Hatinya terasa lapang, seolah beban berat telah terangkat. Ada kedamaian yang hadir, bukan karena ia sudah tahu pasti jawabannya, melainkan karena ia telah menyerahkan segalanya kepada Sang Pemilik Kehendak.
Ia kini bisa tidur lebih nyenyak, menerima apa pun petunjuk yang akan datang dengan lapang dada, percaya bahwa Allah akan membimbingnya menuju jalan terbaik. Perasaan inilah yang menjadi salah satu indikasi bahwa Allah telah memberikan petunjuk-Nya, yaitu berupa kemantapan hati.
Menguasai tata cara sholat tahajud dan istikharah adalah langkah bijak untuk memohon petunjuk dalam menghadapi setiap pilihan hidup. Layaknya menyiapkan bekal perjalanan, termasuk persiapan yang tak terelakkan. Apabila Anda membutuhkan informasi mengenai perencanaan pemakaman yang teratur, kunjungi Kerandaku untuk solusi praktis. Dengan begitu, hati lebih tenteram saat memanjatkan doa tahajud dan istikharah.
Kapan dan Bagaimana Menggabungkan Sholat Tahajud dan Istikharah

Menggabungkan Sholat Tahajud dan Sholat Istikharah merupakan praktik ibadah yang sangat dianjurkan, terutama saat seorang Muslim dihadapkan pada persimpangan hidup atau keputusan penting. Kedua sholat ini, meskipun memiliki tujuan spesifik yang berbeda, dapat saling melengkapi untuk menguatkan spiritualitas dan memohon petunjuk Ilahi secara holistik. Keterpaduan antara penguatan iman melalui Tahajud dan pencarian arahan melalui Istikharah menciptakan fondasi yang kokoh bagi setiap langkah yang akan diambil.
Kondisi Ideal Pelaksanaan Sholat Tahajud dan Istikharah
Memahami kapan waktu terbaik untuk masing-masing sholat dapat membantu kita mengoptimalkan ibadah dan permohonan kepada Allah SWT. Setiap sholat memiliki fokus dan momen keutamaan tersendiri yang selaras dengan kebutuhan spiritual kita.
-
Sholat Tahajud: Penguatan Spiritual dan Hajat Umum
Sholat Tahajud idealnya dilaksanakan setiap malam sebagai rutinitas ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, serta menyampaikan hajat-hajat umum yang bersifat spiritual maupun duniawi. Waktu terbaiknya adalah di sepertiga malam terakhir, saat suasana hening dan konsentrasi lebih mudah tercapai. Ini adalah momen istimewa di mana Allah turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon. -
Sholat Istikharah: Petunjuk dalam Pengambilan Keputusan
Sholat Istikharah secara khusus dilaksanakan ketika seseorang dihadapkan pada pilihan atau keputusan penting dalam hidup, seperti memilih pekerjaan, pasangan hidup, jalur pendidikan, atau keputusan bisnis. Tujuannya adalah memohon petunjuk terbaik dari Allah agar diberikan kemantapan hati dan diarahkan pada pilihan yang paling membawa kebaikan, baik di dunia maupun di akhirat. Sholat ini bisa dilakukan kapan saja, namun seringkali disarankan untuk digabungkan dengan Tahajud di waktu mustajab.
Skenario Penggabungan Sholat Tahajud dan Istikharah
Menggabungkan kedua sholat ini dalam satu malam adalah praktik yang sangat efektif untuk memadukan penguatan spiritual dengan pencarian petunjuk spesifik. Skenario ini memungkinkan seorang Muslim untuk merasakan kedekatan yang mendalam dengan Sang Pencipta sebelum memohon arahan-Nya dalam urusan penting.
Sebagai contoh, bayangkan seorang individu yang sedang menimbang dua tawaran pekerjaan yang sama-sama menarik. Ia merasa bimbang dan membutuhkan kejelasan. Pada malam harinya, ia bangun di sepertiga malam terakhir. Pertama, ia melaksanakan Sholat Tahajud beberapa rakaat, memohon ampunan, memuji Allah, dan menguatkan keimanannya. Setelah Tahajud, ia melanjutkan dengan Sholat Istikharah, secara spesifik memohon agar Allah menunjukkan pilihan pekerjaan yang terbaik baginya, memudahkan jalannya jika itu baik, dan menjauhkannya jika itu buruk. Setelah sholat, ia membaca doa istikharah dan menyerahkan sepenuhnya hasilnya kepada Allah, menunggu tanda-tanda atau kemantapan hati yang akan datang.
Dalam skenario ini, Sholat Tahajud berfungsi sebagai pembuka hati dan penguat niat, membersihkan jiwa dari keraguan dan kegelisahan duniawi. Kemudian, Sholat Istikharah datang sebagai puncak permohonan yang spesifik, memfokuskan energi spiritual yang telah terkumpul untuk meminta bimbingan langsung dari Allah dalam urusan yang sedang dihadapi. Urutan ini memungkinkan seorang hamba untuk berada dalam kondisi spiritual terbaik saat menyampaikan hajatnya yang paling krusial.
Tips Membangun Rutinitas dan Konsistensi
Membiasakan diri melaksanakan Sholat Tahajud dan Istikharah secara rutin memang membutuhkan komitmen dan motivasi. Namun, dengan beberapa tips praktis, kebiasaan mulia ini dapat terbentuk dan terus terjaga, membawa manfaat besar bagi kehidupan spiritual dan duniawi.
-
Niat yang Kuat dan Ikhlas: Awali dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Pahami bahwa ibadah ini adalah bentuk ketaatan dan penyerahan diri, bukan sekadar ritual. Mengingat janji-janji Allah bagi para pelaku Tahajud dan Istikharah akan memperkuat niat.
-
Bertahap dan Konsisten: Jangan langsung memaksakan diri untuk banyak rakaat atau setiap malam. Mulailah dengan dua rakaat Tahajud beberapa kali seminggu. Setelah terbiasa, tingkatkan jumlah rakaat atau frekuensi. Sholat Istikharah dapat ditambahkan saat ada kebutuhan spesifik, kemudian secara bertahap bisa diintegrasikan dengan Tahajud.
-
Manfaatkan Alarm dan Lingkungan: Atur alarm dengan nada yang lembut namun efektif. Pastikan tempat tidur nyaman namun tidak berlebihan sehingga mudah untuk bangun. Hindari begadang yang tidak perlu agar tubuh cukup istirahat.
-
Doa dan Tawakal: Setelah melaksanakan kedua sholat ini, panjatkan doa dengan penuh harap dan pasrahkan segala urusan kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah akan memberikan yang terbaik, meskipun terkadang petunjuk-Nya tidak datang dalam bentuk yang kita harapkan secara langsung, melainkan melalui kemudahan, kesulitan, atau kemantapan hati.
-
Cari Dukungan Komunitas: Berbagi pengalaman dengan teman atau anggota keluarga yang juga rutin beribadah malam dapat menjadi motivasi tambahan. Saling mengingatkan dan menguatkan akan membantu menjaga konsistensi.
Ketenangan Hati dan Keyakinan Setelah Beribadah
Setelah rutin mengamalkan Sholat Tahajud dan Istikharah, seorang Muslim akan merasakan ketenangan batin yang luar biasa. Beban pikiran terkait keputusan besar terasa berkurang, digantikan oleh keyakinan bahwa Allah akan membimbingnya menuju pilihan terbaik. Perasaan damai ini bukan berarti masalah hilang, melainkan hadirnya kekuatan internal untuk menghadapi setiap tantangan dengan lebih bijak dan sabar, karena ia tahu ia telah menyerahkan segala urusannya kepada Sang Pencipta.
Keyakinan ini seringkali termanifestasi dalam bentuk kemantapan hati atau kemudahan dalam mengambil langkah, meskipun terkadang hasilnya tidak selalu sesuai ekspektasi awal. Namun, dengan keikhlasan dan tawakal, setiap hasil akan diterima sebagai bagian dari rencana terbaik-Nya. Inilah buah dari penyerahan diri total, sebuah anugerah berupa ketenteraman jiwa yang tak ternilai harganya dalam menghadapi liku-liku kehidupan.
Kesimpulan Akhir

Pada akhirnya, mengamalkan tata cara sholat Tahajud dan Istikharah secara konsisten bukan sekadar menjalankan ritual, melainkan sebuah investasi spiritual yang tak ternilai. Keduanya merupakan pilar penting yang menopang ketenangan hati, membimbing langkah dalam mengambil keputusan, serta menumbuhkan rasa tawakal yang mendalam kepada Allah SWT. Dengan menjadikan kedua sholat ini bagian tak terpisahkan dari kehidupan, seorang Muslim akan merasakan kedamaian sejati dan keyakinan teguh dalam menghadapi setiap episode perjalanan hidup, senantiasa berada dalam lindungan dan petunjuk-Nya.
Pertanyaan yang Sering Muncul: Tata Cara Sholat Tahajud Dan Istikharah
Apakah harus tidur dulu sebelum Sholat Tahajud?
Ya, disunahkan untuk tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar, sebelum melaksanakan Sholat Tahajud. Hal ini membedakannya dengan sholat sunah lainnya yang bisa dilakukan tanpa harus tidur.
Berapa jumlah rakaat minimal Sholat Tahajud?
Sholat Tahajud dapat dilakukan minimal dua rakaat dengan satu salam, dan dapat dilanjutkan hingga jumlah rakaat yang dikehendaki, seperti empat, enam, delapan, atau dua belas rakaat.
Bagaimana jika setelah Sholat Istikharah saya tidak merasakan tanda atau petunjuk apa pun?
Petunjuk dari Sholat Istikharah tidak selalu berupa mimpi atau perasaan kuat yang instan. Bisa jadi petunjuk itu datang melalui kemudahan dalam proses, kelapangan hati terhadap salah satu pilihan, atau bahkan melalui nasihat dari orang lain yang terpercaya. Teruslah bertawakal dan pilihlah yang paling terasa dimudahkan oleh Allah.
Apakah boleh Sholat Istikharah lebih dari satu kali untuk satu masalah?
Ya, sangat dianjurkan untuk mengulang Sholat Istikharah hingga hati merasa mantap atau dimudahkan dalam mengambil keputusan. Nabi Muhammad SAW pun pernah mengulang istikharah.
Bisakah Sholat Tahajud dilakukan berjamaah?
Meskipun umumnya Sholat Tahajud dilakukan secara individu, namun boleh saja dilakukan secara berjamaah. Namun, tidak ada anjuran khusus untuk melaksanakannya secara berjamaah sebagaimana sholat wajib.



