
Masjid As Sunnah Bintaro Jejak Syiar dan Komunitas
October 8, 2025
Puasa Sunnah Bulan Muharram Panduan Lengkap Berkahnya
October 8, 2025Shalat Sunnah Awwabin adalah sebuah ibadah sunnah yang memiliki keutamaan luar biasa, sering disebut sebagai shalatnya orang-orang yang kembali kepada Allah dengan taubat. Ibadah ini menjadi jembatan spiritual yang mengantarkan pelakunya pada ketenangan jiwa dan kedekatan yang lebih mendalam dengan Sang Pencipta. Mengamalkannya secara rutin tidak hanya mendatangkan pahala berlimpah, tetapi juga membuka pintu pengampunan dosa dan peningkatan derajat di sisi-Nya.
Praktik shalat ini menawarkan kesempatan bagi setiap Muslim untuk merenung dan membersihkan diri dari hiruk pikuk dunia, terutama pada waktu-waktu yang penuh berkah. Dengan memahami tata cara, waktu pelaksanaan, serta hikmah di baliknya, setiap Muslim dapat merasakan manfaat spiritual dan psikologis yang mendalam, menjadikan Shalat Sunnah Awwabin sebagai bagian integral dari perjalanan spiritual pribadi yang menenangkan.
Pengenalan dan Keutamaan Shalat Sunnah Awwabin

Shalat Sunnah Awwabin adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sering kali dikaitkan dengan waktu senja yang penuh ketenangan. Ibadah ini menjadi jembatan bagi seorang hamba untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, mencari ketenangan batin, serta mengharap limpahan rahmat dan ampunan-Nya. Pelaksanaannya yang sederhana namun sarat makna, menjadikannya amalan yang sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang ingin meraih derajat takwa yang lebih tinggi.
Pengertian dan Asal-usul Penamaan Shalat Awwabin, Shalat sunnah awwabin
Shalat Sunnah Awwabin secara ringkas dapat diartikan sebagai shalat sunnah yang dikerjakan oleh “orang-orang yang kembali” atau “orang-orang yang bertaubat”. Kata “Awwabin” berasal dari bahasa Arab yang berarti orang-orang yang sering kembali (bertaubat) kepada Allah SWT. Penamaan ini bukan tanpa alasan, melainkan mencerminkan esensi dari ibadah itu sendiri, yaitu kembalinya seorang hamba kepada Rabb-nya dengan penuh penyesalan atas dosa-dosa dan keinginan kuat untuk memperbaiki diri.Ibadah ini dikenal juga dengan sebutan shalat ghaflah, karena banyak orang yang lalai pada waktu pelaksanaannya.
Shalat Awwabin umumnya dikerjakan setelah shalat Maghrib hingga sebelum shalat Isya. Waktu tersebut merupakan periode di mana aktivitas duniawi mulai mereda, memberikan kesempatan bagi jiwa untuk fokus beribadah dan merenung, menjadikan setiap rakaatnya sebagai bentuk pengakuan atas kelemahan diri dan harapan akan ampunan ilahi.
Shalat sunnah awwabin adalah ibadah yang membawa ketenangan dan keberkahan setelah Maghrib. Selain itu, kebaikan juga bisa kita raih dari berbakti kepada orang tua. Memberikan sedekah kepada orang tua merupakan amalan mulia yang pahalanya berlipat ganda. Dengan hati yang lapang karena telah berbakti, kita dapat kembali khusyuk menunaikan shalat awwabin dengan lebih tenang.
Dalil-dalil Pensyariatan Shalat Awwabin
Pensyariatan Shalat Sunnah Awwabin memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam, baik dari Al-Qur’an maupun Hadits Nabi Muhammad SAW. Dalil-dalil ini memberikan pemahaman mendalam tentang anjuran serta keutamaan ibadah ini, mendorong umat Muslim untuk melaksanakannya sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah. Berikut adalah beberapa dalil yang menjadi pijakan bagi pelaksanaan shalat Awwabin:
“Dan sungguh Kami telah mengetahui orang-orang yang mengerjakan shalat dan orang-orang yang tidak mengerjakan shalat di antara kamu.” (QS. Al-Hijr: 24). Ayat ini secara umum mendorong untuk senantiasa melaksanakan shalat, termasuk shalat sunnah, sebagai bentuk ketaatan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa shalat enam rakaat antara Maghrib dan Isya, niscaya dicatat baginya pahala ibadah dua belas tahun.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, dan Ibnu Hibban). Hadits ini secara eksplisit menyebutkan pahala besar bagi mereka yang melaksanakan shalat pada waktu tersebut, yang oleh sebagian ulama diinterpretasikan sebagai Shalat Awwabin.
Dari Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat Awwabin adalah apabila anak unta kepanasan (karena terik matahari).” (HR. Muslim). Hadits ini menunjukkan waktu shalat Dhuha sebagai shalat Awwabin, namun ada pula pemahaman bahwa shalat Awwabin dapat merujuk pada shalat yang dilakukan oleh orang-orang yang bertaubat, yang bisa mencakup waktu setelah Maghrib. Perbedaan interpretasi ini menunjukkan luasnya makna “Awwabin” dalam konteks ibadah.
Keutamaan Rutin Melaksanakan Shalat Awwabin
Melaksanakan Shalat Sunnah Awwabin secara rutin membawa berbagai keutamaan yang sangat besar, baik dari segi spiritual maupun pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT. Ibadah ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan sebuah investasi jangka panjang untuk kehidupan di dunia dan akhirat. Keutamaan-keutamaan ini menjadi motivasi bagi seorang Muslim untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.Berikut adalah beberapa keutamaan yang bisa diraih oleh mereka yang istiqamah dalam melaksanakan Shalat Awwabin:
- Mendapatkan Ampunan Dosa: Salah satu keutamaan terbesar adalah diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Dengan kerendahan hati dan taubat yang tulus, setiap rakaat shalat Awwabin menjadi sarana untuk membersihkan diri dari noda kesalahan.
- Pahala yang Berlipat Ganda: Rasulullah SAW menjanjikan pahala yang sangat besar, setara dengan ibadah bertahun-tahun bagi mereka yang melaksanakan shalat ini. Ini menunjukkan betapa Allah menghargai upaya hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.
- Meningkatkan Kedekatan dengan Allah: Melalui shalat Awwabin, seorang hamba merasa lebih dekat dengan Rabb-nya. Momen khusyuk di antara Maghrib dan Isya menjadi waktu yang tepat untuk bermunajat, mengadu, dan memohon pertolongan.
- Ketenangan Batin dan Jiwa: Ibadah ini membantu menenangkan hati dan jiwa dari hiruk pikuk dunia. Setelah seharian beraktivitas, shalat Awwabin menawarkan jeda spiritual yang membawa kedamaian dan ketenteraman.
- Dibangunkan Rumah di Surga: Beberapa riwayat menyebutkan bahwa bagi mereka yang rutin melaksanakan shalat ini, Allah akan membangunkan rumah di surga sebagai balasan atas ketekunan dan keikhlasan mereka.
- Termasuk Golongan Orang-orang yang Bertaubat: Penamaan “Awwabin” itu sendiri sudah menyiratkan bahwa pelakunya termasuk golongan orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah, mengakui dosa, dan berusaha untuk menjadi lebih baik.
Visualisasi Kekhusyukan dalam Shalat Awwabin
Bayangkanlah suasana senja yang tenang, di mana cahaya matahari mulai meredup, meninggalkan jejak jingga lembut di ufuk barat. Di sebuah sudut rumah atau masjid yang hening, seorang hamba Allah tengah berdiri tegak, menghadap kiblat, dengan kedua tangannya terangkat mengawali takbir. Cahaya lembut senja menyelinap masuk melalui jendela, memantul samar di wajahnya yang teduh, seolah menyinari ketenangan batin yang terpancar.Setiap gerakan shalatnya begitu perlahan dan penuh penghayatan.
Bacaan Al-Fatihah dan surah-surah pendek dilafalkan dengan tartil, seolah setiap hurufnya meresap ke dalam sanubari. Ketika rukuk, punggungnya lurus sempurna, seolah ia benar-benar menundukkan diri di hadapan keagungan Ilahi. Saat sujud, keningnya menyentuh lantai dengan penuh kerendahan hati, merasakan kedekatan yang tak terhingga dengan Sang Pencipta. Dalam setiap jeda, ia meresapi makna dari setiap dzikir, membiarkan jiwanya tenggelam dalam lautan kekhusyukan.
Tak ada lagi pikiran duniawi yang mengganggu, hanya ada fokus pada hubungan personal antara dirinya dan Tuhannya. Ketenangan yang ia rasakan bukan hanya sekadar sensasi, melainkan cerminan dari hati yang damai, jiwa yang tunduk, dan ruh yang merasa terhubung erat dengan sumber segala ketenangan. Shalat Awwabin di waktu senja ini menjadi momen intim, di mana kegelapan mulai menyelimuti bumi, namun cahaya iman justru semakin terang benderang di dalam hati seorang hamba.
Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan Shalat Sunnah Awwabin

Setelah memahami betapa berharganya Shalat Sunnah Awwabin, kini saatnya kita menelusuri lebih jauh mengenai aspek praktis pelaksanaannya. Memahami tata cara dan waktu yang tepat akan membantu kita mengoptimalkan ibadah ini agar dapat meraih keberkahan dan pahala yang dijanjikan. Mari kita selami detail-detail penting yang perlu diketahui.
Waktu Pelaksanaan Optimal dan Rentang yang Diperbolehkan
Waktu menjadi salah satu faktor krusial dalam melaksanakan ibadah, termasuk Shalat Sunnah Awwabin. Secara umum, waktu yang paling utama dan sangat dianjurkan untuk menunaikan shalat sunnah ini adalah setelah Shalat Maghrib dan sebelum masuk waktu Shalat Isya. Rentang waktu ini dikenal sebagai waktu “ba’da Maghrib” yang singkat namun penuh keberkahan.Penting untuk diperhatikan bahwa Shalat Sunnah Awwabin sebaiknya dilakukan segera setelah Shalat Maghrib selesai, tanpa diselingi dengan aktivitas duniawi yang terlalu banyak.
Ini bertujuan untuk menjaga kesinambungan ibadah dan fokus spiritual. Meskipun demikian, selama masih dalam rentang waktu antara Maghrib dan Isya, shalat ini tetap sah untuk dilaksanakan. Para ulama menekankan keutamaan melaksanakannya di awal waktu untuk mendapatkan keberkahan yang lebih besar.
Variasi Jumlah Rakaat Shalat Sunnah Awwabin
Terdapat beberapa pandangan di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat Shalat Sunnah Awwabin. Variasi ini menunjukkan fleksibilitas dalam beribadah sekaligus memberikan pilihan bagi umat Muslim sesuai dengan kemampuan dan keinginan. Semua pandangan ini berlandaskan pada riwayat dan interpretasi hadis yang berbeda. Umumnya, shalat ini dilakukan dengan salam setiap dua rakaat.Berikut adalah tabel yang merangkum variasi jumlah rakaat Shalat Sunnah Awwabin menurut beberapa pendapat ulama:
| Pendapat Ulama | Jumlah Rakaat | Keterangan | Pelaksanaan Umum |
|---|---|---|---|
| Mayoritas Ulama | 6 rakaat (paling utama) | Didukung banyak hadis, dianggap paling afdal untuk mendapatkan pahala besar. | Dilakukan 3 kali salam (setiap 2 rakaat). |
| Pendapat Lain | 2 rakaat (minimal) | Sebagai bentuk shalat sunnah mutlak setelah Maghrib yang tetap bernilai. | Dilakukan 1 kali salam. |
| Pendapat Lain | 4 rakaat | Pilihan pertengahan yang juga sering diamalkan oleh sebagian umat. | Dilakukan 2 kali salam (setiap 2 rakaat). |
| Pendapat Lain | Hingga 20 rakaat | Beberapa riwayat menyebutkan kemungkinan hingga jumlah ini untuk pahala yang lebih berlimpah. | Dilakukan 10 kali salam (setiap 2 rakaat). |
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa 6 rakaat adalah jumlah yang paling sering dianjurkan dan dianggap paling utama, meskipun pilihan lain juga diperbolehkan.
Prosedur Langkah demi Langkah Shalat Sunnah Awwabin
Pelaksanaan Shalat Sunnah Awwabin secara umum mengikuti tata cara shalat sunnah dua rakaat pada umumnya, dengan niat yang khusus. Berikut adalah panduan langkah demi langkah yang dapat Anda ikuti:* Niat: Awali dengan niat yang tulus di dalam hati untuk melaksanakan Shalat Sunnah Awwabin. Niat ini bisa dilafalkan dalam hati, misalnya:
“Ushalli sunnatan awwabin rak’ataini lillahi ta’ala.” (Aku berniat shalat sunnah awwabin dua rakaat karena Allah Ta’ala).
Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”.
Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, disunnahkan membaca doa iftitah.
Membaca Al-Fatihah
Dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Fatihah.
Membaca Surat Pendek
Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an. Tidak ada ketentuan khusus surat apa yang harus dibaca, Anda bebas memilih.
Ruku’
Membungkuk dengan punggung lurus dan kedua tangan memegang lutut, disertai tuma’ninah (tenang).
I’tidal
Bangkit dari ruku’ ke posisi berdiri tegak.
Sujud
Menurunkan badan untuk sujud dengan tujuh anggota tubuh menyentuh lantai (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung jari kaki).
Duduk di antara Dua Sujud
Bangkit dari sujud pertama dan duduk sejenak.
Sujud Kedua
Melakukan sujud kembali seperti sujud pertama.
Berdiri untuk Rakaat Kedua
Jika shalat dilakukan lebih dari satu rakaat, bangkit untuk rakaat kedua. Ulangi langkah-langkah dari membaca Al-Fatihah hingga sujud kedua.
Tahiyat Akhir
Shalat sunnah awwabin, yang biasa kita kerjakan setelah Maghrib, adalah penutup hari yang penuh berkah. Namun, semangat mendekatkan diri kepada-Nya juga bisa dilanjutkan melalui sholat sunnah tahajud di sepertiga malam, yang dikenal dengan keutamaannya. Kedua amalan ini, termasuk shalat sunnah awwabin, merupakan bukti kesungguhan kita dalam beribadah.
Setelah sujud kedua pada rakaat terakhir, duduk untuk tahiyat akhir.
Salam
Mengucapkan salam ke kanan dan ke kiri untuk mengakhiri shalat.
Pengulangan
Jika Anda melaksanakan lebih dari dua rakaat (misalnya 6 rakaat), maka setiap dua rakaat diakhiri dengan salam, kemudian Anda berdiri lagi untuk memulai dua rakaat berikutnya dengan niat yang sama.
Poin-Poin Penting untuk Kesempurnaan Ibadah
Agar Shalat Sunnah Awwabin yang kita tunaikan tidak hanya sekadar gugur kewajiban, tetapi juga memberikan dampak spiritual yang mendalam, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Fokus pada aspek-aspek ini akan membantu meningkatkan kualitas ibadah Anda.* Keikhlasan Niat: Pastikan niat Anda semata-mata karena Allah Ta’ala, mengharapkan ridha dan pahala dari-Nya, bukan karena ingin dilihat atau dipuji orang lain.
Keikhlasan adalah kunci utama diterimanya suatu amal.
Khushu’ (Kekhusyukan)
Berusahalah untuk fokus dan menghadirkan hati saat shalat. Hindari pikiran yang melayang-layang dan gangguan dari luar. Memahami makna bacaan shalat dapat membantu meningkatkan kekhusyukan.
Tuma’ninah
Lakukan setiap gerakan shalat dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. Berikan waktu yang cukup untuk setiap rukun, seperti ruku’, i’tidal, dan sujud, agar sempurna.
Membaca Doa dan Dzikir Setelah Shalat
Setelah salam, luangkan waktu untuk berdzikir, membaca istighfar, shalawat, dan berdoa kepada Allah. Ini adalah momen yang baik untuk mendekatkan diri dan memohon hajat.
Konsistensi
Meskipun jumlah rakaat yang dilakukan sedikit, melaksanakannya secara rutin dan konsisten lebih baik daripada melakukan banyak rakaat namun hanya sesekali.
Menghindari Gangguan
Usahakan mencari tempat yang tenang dan bebas dari hal-hal yang dapat mengalihkan perhatian Anda selama shalat. Matikan perangkat elektronik atau jauhkan dari jangkauan.
Memahami Makna Bacaan
Jika memungkinkan, luangkan waktu untuk mempelajari dan memahami makna dari ayat-ayat Al-Qur’an serta doa-doa yang dibaca dalam shalat. Ini akan memperdalam penghayatan Anda terhadap ibadah.
Penutupan Akhir: Shalat Sunnah Awwabin

Melalui pemahaman yang mendalam tentang Shalat Sunnah Awwabin, mulai dari pengertian, landasan syariat, tata cara, hingga berbagai hikmah dan manfaatnya, diharapkan setiap Muslim terinspirasi untuk mengamalkannya secara konsisten. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah sarana untuk mencapai ketenangan batin, pengampunan dosa, dan peningkatan derajat di hadapan Allah. Dengan menjaga konsistensi dalam pelaksanaannya, seseorang tidak hanya meraih keberkahan di dunia, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kehidupan akhirat yang lebih baik, senantiasa kembali kepada-Nya dalam setiap langkah dan hembusan napas.
FAQ Terpadu
Apa arti harfiah dari kata “Awwabin”?
Secara harfiah, “Awwabin” berarti orang-orang yang kembali atau bertobat. Penamaan ini merujuk pada kebiasaan orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dengan ketaatan dan taubat.
Apakah shalat Awwabin bisa digabung dengan shalat sunnah lainnya?
Shalat Awwabin adalah shalat sunnah yang berdiri sendiri. Meskipun dilakukan setelah Maghrib, shalat ini tidak digabungkan atau menggantikan shalat sunnah rawatib ba’diyah Maghrib, melainkan dilakukan setelahnya.
Bolehkah shalat Awwabin dilakukan secara berjamaah?
Shalat Sunnah Awwabin pada dasarnya adalah ibadah munfarid (sendirian). Tidak ada anjuran khusus untuk melaksanakannya secara berjamaah, meskipun jika terjadi secara kebetulan atau spontan tidaklah dilarang.
Apakah ada doa khusus setelah shalat Awwabin?
Tidak ada doa khusus yang secara spesifik diriwayatkan sebagai doa setelah Shalat Awwabin. Namun, setelah salam, dianjurkan untuk memperbanyak zikir, istighfar, dan memanjatkan doa-doa pribadi yang baik kepada Allah.
Bagaimana hukumnya jika seseorang sering meninggalkan shalat Awwabin?
Karena Shalat Awwabin adalah ibadah sunnah, meninggalkannya tidak berdosa. Namun, seseorang akan kehilangan kesempatan untuk meraih pahala besar dan keutamaan spiritual yang dijanjikan bagi para pengamalnya.



