
Kitab Ihya Ulumuddin Pemulihan Ilmu Agama dan Etika
February 24, 2026
Kitab Fathul Muin Pedoman Fikih Mazhab Syafii Modern
February 24, 2026Kitab Tafsir Jalalain adalah sebuah karya monumental dalam khazanah keilmuan Islam yang telah menerangi jutaan hati umat Muslim selama berabad-abad. Karya ini dikenal luas karena gaya penafsirannya yang ringkas namun padat makna, menjadikannya rujukan utama bagi mereka yang ingin memahami Al-Qur’an dengan cepat dan mendalam. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada kemudahan pemahamannya, tetapi juga pada bobot keilmuan yang terkandung di dalamnya, warisan tak ternilai dari dua ulama besar.
Penelusuran lebih lanjut akan membawa pada perjalanan historisnya yang kaya, dari proses penyusunannya yang unik oleh dua ulama bernama Jalaluddin hingga penyebarannya ke berbagai penjuru dunia Islam. Metode penafsirannya yang khas, memadukan tradisi dengan pemahaman mendalam, telah membentuk generasi pembelajar Al-Qur’an. Tak heran, relevansinya tetap terasa kuat di era modern, bahkan di tengah gempuran informasi digital, membuktikan keabadian nilai-nilai yang dibawanya.
Sejarah dan Keistimewaan Kitab Tafsir Jalalain

Kitab Tafsir Jalalain merupakan salah satu karya monumental dalam khazanah keilmuan Islam yang dikenal luas di seluruh dunia, khususnya di kalangan santri dan akademisi. Kehadirannya telah memberikan kontribusi signifikan dalam memahami makna-makna Al-Qur’an secara ringkas namun mendalam. Penafsiran yang disajikan dalam kitab ini memiliki karakteristik unik yang membuatnya mudah diakses oleh berbagai lapisan pembaca, dari pemula hingga ahli tafsir.
Latar Belakang Penulisan dan Peran Dua Jalal
Penulisan Kitab Tafsir Jalalain adalah sebuah kisah kolaborasi intelektual yang menarik antara dua ulama besar yang sama-sama bergelar “Jalaluddin”. Kitab ini awalnya dirintis oleh Imam Jalaluddin Al-Mahalli (wafat 864 H/1459 M) yang memulai penafsiran dari awal surah Al-Kahfi hingga akhir Al-Qur’an, serta surah Al-Fatihah. Beliau wafat sebelum sempat menyelesaikan keseluruhan tafsir tersebut.Setelah wafatnya Imam Al-Mahalli, tugas mulia ini dilanjutkan oleh muridnya yang brilian, Imam Jalaluddin As-Suyuti (wafat 911 H/1505 M).
As-Suyuti kemudian melengkapi bagian yang belum ditulis oleh gurunya, yaitu dari awal surah Al-Baqarah hingga surah Al-Isra’. Uniknya, As-Suyuti menulis bagiannya dengan gaya bahasa dan metode yang sangat konsisten dengan gurunya, sehingga sulit dibedakan mana bagian tulisan Al-Mahalli dan mana bagian As-Suyuti tanpa pengetahuan sebelumnya. Proses penyelesaian tafsir ini oleh As-Suyuti dikenal berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yaitu 40 hari, menunjukkan kapasitas keilmuan dan ketajaman hafalannya yang luar biasa.
Gaya Bahasa Ringkas dan Kemudahan Pemahaman
Kitab Tafsir Jalalain dikenal memiliki keistimewaan yang menjadikannya sangat populer dan mudah dipahami, terutama dalam hal gaya bahasa dan keringkasan penafsirannya. Metode penafsiran yang digunakan cenderung menggunakan pendekatan
- tafsir bi al-ma’tsur* (penafsiran dengan riwayat) dan
- tafsir bi al-ra’yi* (penafsiran dengan penalaran) secara seimbang, namun dengan penekanan pada penjelasan lafal yang ringkas.
Berikut adalah beberapa aspek keistimewaan gaya bahasanya:
- Keringkasan Maksimal: Setiap ayat ditafsirkan dengan penjelasan yang padat dan langsung pada intinya, seringkali hanya dengan satu atau dua kata untuk menjelaskan makna sebuah lafal. Ini sangat membantu pembaca yang ingin memahami makna dasar Al-Qur’an tanpa harus menyelami detail perdebatan keilmuan yang kompleks.
- Bahasa yang Jelas dan Lugas: Penggunaan diksi yang mudah dipahami dan struktur kalimat yang sederhana menjadikan tafsir ini dapat diakses oleh pelajar pemula sekalipun. Tidak ada penggunaan istilah-istilah yang terlalu teknis tanpa penjelasan.
- Fokus pada Makna Lafal: Penafsiran Jalalain seringkali berfokus pada penjelasan makna leksikal (kata per kata) dari ayat Al-Qur’an, sehingga membantu pembaca memahami arti harfiahnya.
- Mengintegrasikan Qira’at: Meskipun ringkas, tafsir ini juga sesekali menyinggung perbedaan
-qira’at* (cara baca Al-Qur’an) yang relevan untuk menjelaskan variasi makna atau hukum yang terkandung dalam ayat. - Sistematika yang Konsisten: Dari awal hingga akhir, gaya penulisan dan metode penafsiran tetap konsisten, menunjukkan keahlian kedua Jalal dalam menjaga kesatuan karya ini.
Kombinasi keringkasan dan kejelasan ini menjadikan Tafsir Jalalain sebagai “jembatan” yang ideal bagi mereka yang ingin mendalami Al-Qur’an sebelum beralih ke kitab tafsir yang lebih tebal dan mendalam.
Perbandingan dengan Kitab Tafsir Klasik Lainnya
Untuk memahami posisi Kitab Tafsir Jalalain dalam kancah keilmuan Islam, penting untuk membandingkannya dengan beberapa kitab tafsir klasik lainnya yang memiliki pendekatan berbeda. Perbandingan ini akan menyoroti karakteristik unik Jalalain.
| Aspek | Tafsir Jalalain | Tafsir Ibnu Katsir | Tafsir Al-Qurthubi |
|---|---|---|---|
| Ringkasan | Sangat ringkas dan padat, fokus pada makna lafal. | Menengah, fokus pada penafsiran Al-Qur’an dengan Al-Qur’an, Hadis, perkataan Sahabat dan Tabi’in. | Sangat lengkap dan mendalam, fokus pada hukum fikih dan perbedaan mazhab. |
| Popularitas | Sangat populer di kalangan pelajar, santri, dan madrasah sebagai tafsir dasar. | Sangat populer di seluruh dunia Islam, dianggap sebagai rujukan utama tafsir bi al-ma’tsur. | Populer di kalangan ulama fikih dan ahli hukum Islam, sering dijadikan rujukan dalam kajian fikih. |
| Cakupan Ayat | Menafsirkan seluruh ayat Al-Qur’an secara singkat. | Menafsirkan seluruh ayat Al-Qur’an dengan penjelasan yang komprehensif. | Menafsirkan seluruh ayat Al-Qur’an dengan pembahasan yang sangat detail, khususnya aspek hukum. |
Perjalanan Historis dan Penyebaran Kitab Tafsir Jalalain
Perjalanan historis Kitab Tafsir Jalalain dapat digambarkan sebagai sebuah arus penyebaran ilmu yang dimulai dari Mesir, tempat kedua Jalal menuntut ilmu dan berkarya, kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia Islam. Dari pusat-pusat keilmuan di Kairo, seperti Universitas Al-Azhar yang merupakan salah satu mercusuar ilmu pengetahuan Islam, naskah-naskah Tafsir Jalalain mulai disalin dan diajarkan.Secara visual, bisa dibayangkan sebuah peta dunia Islam dengan titik terang di Mesir sebagai titik awal.
Dari sana, garis-garis cahaya memancar ke arah timur menuju wilayah Syam (Suriah, Palestina, Yordania), kemudian berlanjut ke Hijaz (Makkah dan Madinah) yang menjadi pusat ziarah dan pendidikan. Garis cahaya itu terus bergerak melintasi Semenanjung Arab, mencapai Persia dan Asia Tengah, serta meluas ke anak benua India.Di sisi lain, penyebaran juga terjadi ke arah barat, meliputi wilayah Maghribi (Afrika Utara) dan Andalusia (Spanyol Islam).
Namun, penyebaran yang paling signifikan dan masif terlihat di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Di wilayah ini, Tafsir Jalalain menjadi salah satu kitab yang wajib dipelajari di hampir semua pesantren dan lembaga pendidikan Islam tradisional. Ilustrasi ini akan menunjukkan bagaimana kitab ini menjadi bagian integral dari kurikulum keagamaan di banyak peradaban Islam, dengan madrasah dan pesantren sebagai simpul-simpul utama yang mempopulerkannya dari abad ke-15 hingga kini.
Pujian Ulama Terhadap Tafsir Jalalain
Penerimaan Kitab Tafsir Jalalain di kalangan ahli ilmu dan ulama terdahulu sangatlah baik, menjadikannya salah satu rujukan penting dalam studi tafsir. Banyak ulama besar memberikan pujian atas keringkasan, kejelasan, dan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya, meskipun disajikan secara padat.Berikut adalah beberapa kutipan yang menggambarkan penerimaan tersebut:
“Tafsir Jalalain adalah permata yang ringkas namun mengandung lautan makna. Ia menjadi jembatan bagi para penuntut ilmu untuk menyelami samudra Al-Qur’an sebelum berlayar dengan kapal-kapal yang lebih besar.”
Kitab Tafsir Jalalain adalah karya fundamental yang ringkas namun padat. Memahami isinya bisa selaras dengan cara pandang ulama modern. Gus Baha, misalnya, kerap memberikan pencerahan hidup. Anda dapat menelusuri berbagai wejangan inspiratif dari gus baha tentang hidup yang relevan dengan dinamika zaman. Pendekatan beliau mirip dengan Jalalain yang menyajikan esensi makna Al-Qur’an secara lugas.
“Keistimewaan Jalalain terletak pada kemampuannya menyajikan inti penafsiran dengan kata-kata yang paling sedikit, namun tetap menjaga keaslian dan kedalaman maknanya. Ini adalah bukti kejeniusan kedua Jalal.”
“Tidaklah seorang pelajar tafsir dapat dikatakan sempurna tanpa terlebih dahulu mengkaji dan memahami Tafsir Jalalain. Ia adalah fondasi yang kokoh untuk membangun pemahaman Al-Qur’an yang lebih luas.”
Pujian-pujian ini menunjukkan bahwa Kitab Tafsir Jalalain tidak hanya dihargai sebagai karya akademis, tetapi juga sebagai alat pedagogis yang sangat efektif dalam pendidikan Islam.
Metodologi Penafsiran dalam Kitab Tafsir Jalalain

Kitab Tafsir Jalalain dikenal luas karena keringkasan dan kedalaman penafsirannya. Metode yang diterapkan dalam kitab ini memiliki ciri khas tersendiri, menjadikannya rujukan yang sangat praktis bagi siapa saja yang ingin memahami makna Al-Qur’an secara langsung tanpa terbebani oleh penjelasan yang terlalu panjang. Para penyusunnya, Imam Jalaluddin al-Mahalli dan muridnya Imam Jalaluddin as-Suyuthi, berhasil meramu sebuah karya yang menggabungkan berbagai pendekatan tafsir dengan gaya bahasa yang lugas dan mudah dicerna.
Tafsir Jalalain merupakan karya monumental yang memudahkan kita memahami kedalaman Al-Qur’an. Mencari hikmah tak hanya dari kitab klasik, namun juga dari pemikiran modern yang relevan. Contohnya, kata bijak Gus Baha seringkali memberikan perspektif segar yang tetap selaras dengan esensi ajaran Islam. Pencerahan tersebut memperkaya pemahaman kita, seolah melengkapi kajian atas Tafsir Jalalain yang mendalam.
Pendekatan Tafsir bil Ma’tsur dan bil Ra’yi
Dalam menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an, Kitab Tafsir Jalalain secara dominan menggunakan metode
- tafsir bil ma’tsur*, yaitu penafsiran yang bersumber pada riwayat-riwayat yang sahih dari Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan tabi’in. Pendekatan ini memastikan bahwa makna yang disampaikan memiliki dasar yang kuat dari generasi awal Islam. Namun, tidak berhenti di situ, Jalalain juga mengintegrasikan
- tafsir bil ra’yi* atau penafsiran dengan pendekatan rasional dan ijtihad, khususnya dalam menjelaskan aspek kebahasaan, gramatika, dan konteks ayat yang membutuhkan sedikit elaborasi logis. Keseimbangan antara kedua metode ini memungkinkan Jalalain memberikan penjelasan yang ringkas namun tetap komprehensif, menghindari spekulasi yang tidak berdasar sambil tetap membuka ruang untuk pemahaman kontekstual.
Contoh Penafsiran Ayat yang Singkat dan Padat
Salah satu keunggulan Tafsir Jalalain adalah kemampuannya menjelaskan makna ayat secara padat dan langsung pada intinya. Sebagai contoh, mari kita lihat penafsiran Surah Al-Ikhlas, ayat pertama: “قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ” (Qul huwallahu ahad). Dalam Tafsir Jalalain, ayat ini seringkali ditafsirkan dengan penjelasan singkat seperti, “Katakanlah (hai Muhammad kepada orang-orang yang bertanya kepadamu tentang sifat Tuhanmu), ‘Dialah Allah Yang Maha Esa (tidak berbilang dan tidak ada yang menyamai-Nya dalam zat dan sifat).’ ” Penjelasan ini langsung mengklarifikasi makna “Ahad” sebagai tunggal dan tidak bersekutu, tanpa perlu berpanjang lebar membahas filosofi ketuhanan.
Gaya penafsiran semacam ini menjadi ciri khas yang sangat membantu pembaca dalam memahami esensi ayat dengan cepat dan jelas.
Prinsip Penafsiran Ayat-ayat Hukum
Dalam menafsirkan ayat-ayat yang berkaitan dengan hukum (ayat-ayat ahkam), para penyusun Kitab Tafsir Jalalain memegang teguh beberapa prinsip utama. Prinsip-prinsip ini memastikan bahwa penjelasan yang diberikan relevan dan mudah dipahami oleh pembaca, terutama dalam konteks praktik keagamaan sehari-hari.
- Fokus pada makna eksplisit (zahir) ayat, mengutamakan pemahaman harfiah sebelum meninjau implikasi yang lebih dalam.
- Mengacu pada riwayat-riwayat sahih dari Nabi SAW atau para sahabat jika ada, untuk memperkuat dasar hukum penafsiran.
- Menjelaskan implikasi hukum secara ringkas dan praktis, menghindari pembahasan detail perdebatan fiqih antar mazhab.
- Prioritas pada pemahaman dasar hukum yang bersifat umum, sehingga dapat diaplikasikan secara luas oleh umat.
- Menghindari pengulangan atau perluasan pembahasan yang tidak esensial, menjaga agar penafsiran tetap ringkas dan langsung pada pokok masalah.
Efektivitas Kitab Tafsir Jalalain untuk Pemahaman Cepat
Bayangkan skenario di mana seorang penceramah atau pengajar agama membutuhkan pemahaman cepat mengenai makna suatu ayat untuk disampaikan dalam ceramah singkat atau diskusi. Misalnya, ia ingin menjelaskan Surah Al-Asr yang menekankan pentingnya waktu, iman, amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran. Dalam situasi ini, Kitab Tafsir Jalalain menjadi rujukan yang sangat efektif. Dengan membuka Jalalain, ia akan langsung menemukan penjelasan yang padat dan lugas untuk setiap ayat dalam surah tersebut, tanpa perlu menelusuri berbagai pendapat ulama atau perdebatan panjang.
Penjelasan Jalalain yang fokus pada inti makna ayat memungkinkan penceramah untuk segera menangkap esensi pesan Al-Qur’an dan menyampaikannya kepada audiens dengan jelas dan ringkas.
Menjaga Keselarasan Penafsiran Antar Ayat
Meskipun penjelasannya ringkas, Kitab Tafsir Jalalain sangat cermat dalam menjaga keselarasan penafsiran antara ayat-ayat yang memiliki tema serupa. Hal ini dicapai melalui beberapa pendekatan. Pertama, konsistensi dalam penggunaan kaidah bahasa Arab dan gramatika yang menjadi landasan utama penafsiran. Kedua, para penyusun cenderung merujuk pada pemahaman yang telah mapan dalam tradisi tafsir klasik, sehingga menghindari penafsiran yang menyimpang dari konsensus ulama.
Ketiga, Jalalain seringkali mengaitkan satu konsep dengan konsep lain yang tersebar di berbagai ayat tanpa perlu penjelasan eksplisit yang panjang. Misalnya, ketika membahas tentang sifat-sifat Allah, penjelasannya akan konsisten dengan bagaimana sifat-sifat tersebut dijelaskan di bagian lain Al-Qur’an, meskipun disampaikan dalam frasa yang sangat singkat. Pendekatan ini memastikan bahwa pembaca mendapatkan pemahaman yang koheren dan terpadu tentang ajaran Al-Qur’an secara keseluruhan.
Dampak dan Relevansi Kitab Tafsir Jalalain di Era Modern

Kitab Tafsir Jalalain, sebuah karya klasik yang telah melewati berabad-abad, masih memancarkan relevansinya hingga hari ini. Keberadaannya tidak hanya menjadi penanda sejarah keilmuan Islam, tetapi juga terus memberikan kontribusi nyata dalam upaya umat memahami kalamullah di tengah dinamika zaman. Pembahasan berikut akan mengulas bagaimana kitab ini tetap relevan, bahkan di era modern yang serba digital, serta mengapa ia tetap menjadi pilihan utama bagi banyak kalangan.
Peran Kitab Tafsir Jalalain dalam Kurikulum Pendidikan Islam
Di berbagai lembaga pendidikan Islam, mulai dari pesantren tradisional hingga madrasah modern, Kitab Tafsir Jalalain senantiasa menempati posisi istimewa sebagai salah satu rujukan utama dalam kurikulum. Kedalaman penjelasannya yang ringkas namun padat menjadikannya pilihan ideal untuk pengantar studi tafsir Al-Qur’an. Para santri dan mahasiswa diajak untuk menyelami makna ayat-ayat suci melalui lensa penafsiran yang telah teruji dan diterima luas oleh ulama lintas mazhab.
Kitab ini berfungsi sebagai jembatan awal bagi mereka yang ingin mendalami ilmu tafsir sebelum beralih ke kitab-kitab tafsir yang lebih komprehensif dan mendalam.
Relevansi Tafsir Jalalain di Tengah Arus Digitalisasi
Era digital membawa tantangan sekaligus peluang baru dalam memahami Al-Qur’an. Di satu sisi, kemudahan akses informasi kadang kala menyebabkan kebingungan akibat banyaknya interpretasi yang tidak berdasar. Di sisi lain, digitalisasi juga mempermudah akses terhadap sumber-sumber keilmuan Islam yang autentik, termasuk Tafsir Jalalain. Kitab ini, dengan gaya penafsirannya yang lugas dan fokus pada makna tekstual, menawarkan sebuah panduan yang kokoh di tengah banjir informasi.
Versi digital Tafsir Jalalain yang kini banyak tersedia dalam aplikasi dan situs web, memungkinkan umat Islam untuk menelaah makna Al-Qur’an kapan saja dan di mana saja, menjadikannya relevan dalam menjawab kebutuhan pemahaman agama yang cepat dan terverifikasi.
Faktor-faktor Popularitas Kitab Tafsir Jalalain Lintas Generasi
Popularitas Kitab Tafsir Jalalain yang tak lekang oleh waktu bukan tanpa alasan. Ada beberapa faktor kunci yang membuatnya tetap menjadi primadona di kalangan umat Islam dari berbagai generasi:
- Keringkasan dan Kepadatan Makna: Penjelasan yang ringkas namun mencakup esensi makna ayat memudahkan pembaca untuk memahami tanpa harus berlama-lama dengan detail yang terlalu luas.
- Bahasa yang Jelas dan Mudah Dipahami: Gaya bahasa yang lugas dan tidak bertele-tele membuat tafsir ini mudah diakses oleh berbagai tingkatan pembelajar, dari pemula hingga yang sudah mahir.
- Otoritas Keilmuan yang Tinggi: Ditulis oleh dua ulama besar yang diakui keilmuannya, yaitu Imam Jalaluddin Al-Mahalli dan Imam Jalaluddin As-Suyuthi, memberikan legitimasi dan kepercayaan yang kuat.
- Fokus pada Makna Tekstual: Penafsiran yang cenderung berpegang pada makna lahiriah ayat, dengan sedikit pengembangan pada aspek fiqih atau filsafat, menjadikannya objektif dan mudah dicerna.
- Ketersediaan yang Luas: Kitab ini telah dicetak dan diterjemahkan dalam berbagai bahasa, serta tersedia dalam format digital, memastikan aksesibilitasnya bagi umat Islam di seluruh dunia.
Gambaran Pembaca Modern Menelaah Tafsir Jalalain
Bayangkan seorang profesional muda di tengah hiruk pikuk kota, memanfaatkan waktu luang di perjalanan komuter atau saat istirahat makan siang. Ia mengeluarkan ponsel pintarnya, membuka aplikasi Al-Qur’an yang terintegrasi dengan Tafsir Jalalain. Dengan jari, ia menggulirkan layar, mencari ayat yang baru saja ia baca di pagi hari. Dalam beberapa ketukan, makna ringkas dan padat dari ayat tersebut tersaji, membantu ia merefleksikan ajaran agama di tengah kesibukan.
Atau seorang mahasiswa yang sedang mempersiapkan ujian, duduk di kafe dengan laptopnya, membuka e-book Tafsir Jalalain sembari menyandingkannya dengan materi kuliah. Kemudahan akses ini menunjukkan bagaimana Kitab Tafsir Jalalain telah beradaptasi dengan gaya hidup modern, tetap menjadi teman setia dalam perjalanan spiritual dan intelektual.
Pandangan Cendekiawan Muslim Kontemporer tentang Tafsir Jalalain
Banyak cendekiawan Muslim kontemporer yang mengakui nilai abadi Kitab Tafsir Jalalain dalam memperkaya khazanah keilmuan Islam. Mereka melihatnya sebagai fondasi penting bagi studi Al-Qur’an.
Dr. Muhammad Quraish Shihab, seorang mufasir terkemuka, seringkali menyoroti kekhasan Tafsir Jalalain yang mampu menyajikan inti makna ayat dengan redaksi yang sangat ringkas, namun tetap komprehensif, menjadikannya permata dalam literatur tafsir.
Prof. Dr. Nurcholish Madjid (Cak Nur) dalam berbagai kesempatan, meskipun tidak secara spesifik membahas Jalalain, sering menekankan pentingnya kembali pada teks-teks klasik yang otoritatif sebagai dasar pemahaman Islam, di mana Tafsir Jalalain adalah salah satunya.
Dr. H. Adian Husaini, seorang pemikir Islam, kerap menganjurkan untuk memulai studi tafsir dengan karya-karya yang mudah dipahami dan diterima luas, seperti Tafsir Jalalain, sebelum melangkah ke karya-karya yang lebih kompleks, menggarisbawahi peran fundamentalnya dalam pendidikan Islam.
Ringkasan Penutup: Kitab Tafsir Jalalain

Dari sejarah panjangnya yang menginspirasi, metodologi penafsirannya yang cerdas, hingga relevansinya yang tak lekang oleh waktu, Kitab Tafsir Jalalain membuktikan dirinya sebagai harta karun intelektual Islam yang tak ternilai. Kehadirannya terus menjadi jembatan penghubung bagi umat Muslim dari berbagai latar belakang untuk menyelami samudra makna Al-Qur’an dengan mudah dan penuh hikmah. Warisan dua Jalal ini akan senantiasa membimbing, menginspirasi, dan memperkaya pemahaman kita terhadap kalam ilahi, memastikan cahaya petunjuk Al-Qur’an terus bersinar terang di setiap zaman.
Jawaban untuk Pertanyaan Umum
Siapa nama lengkap dua Jalal yang menyusun kitab ini?
Kitab ini disusun oleh Jalaluddin Al-Mahalli dan muridnya, Jalaluddin As-Suyuthi.
Dalam bahasa apa Kitab Tafsir Jalalain ditulis?
Kitab Tafsir Jalalain aslinya ditulis dalam bahasa Arab klasik.
Apakah Kitab Tafsir Jalalain cocok untuk pemula dalam studi tafsir?
Ya, karena gaya bahasanya yang ringkas dan penafsirannya yang lugas, kitab ini sangat direkomendasikan bagi pemula yang ingin memahami makna Al-Qur’an.
Apakah ada terjemahan Kitab Tafsir Jalalain ke dalam bahasa Indonesia?
Ya, Kitab Tafsir Jalalain telah banyak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan berbagai bahasa lain di dunia.
Mengapa disebut “Jalalain”?
Nama “Jalalain” berasal dari kata “Jalal” yang merupakan bagian dari nama kedua penyusunnya, yaitu Jalaluddin Al-Mahalli dan Jalaluddin As-Suyuthi, yang berarti “dua Jalal”.


