
Doa Iftitah Sesuai Sunnah Panduan Lengkap Amalan Shalat
October 8, 2025
Puasa sunnah bulan Dzulhijjah panduan lengkap
October 8, 2025Doa setelah membaca al quran sesuai sunnah – Doa setelah membaca Al-Qur’an sesuai sunnah merupakan amalan mulia yang sangat dianjurkan dalam Islam, menjadi penutup yang sempurna bagi setiap sesi tilawah. Praktik ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk munajat dan pengharapan kepada Allah SWT setelah merenungi firman-firman-Nya yang agung.
Melalui doa ini, seorang muslim tidak hanya memohon keberkahan dan pemahaman atas ayat-ayat yang telah dibaca, tetapi juga mengharapkan pengampunan dosa serta peningkatan derajat di sisi-Nya. Memahami keutamaan, adab, dan lafaz-lafaz doa yang diajarkan, akan membantu setiap individu meraih kekhusyukan dan manfaat spiritual yang maksimal dari ibadah tilawah.
Keutamaan dan Anjuran Berdoa Setelah Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an adalah salah satu ibadah agung yang mendatangkan banyak keberkahan. Namun, tidak jarang seorang muslim merasa bahwa ibadah tersebut seolah selesai begitu saja setelah lembaran terakhir ditutup. Padahal, ada sebuah amalan mulia yang sangat dianjurkan untuk melengkapi kekhusyukan dan kesempurnaan tilawah Al-Qur’an, yaitu memanjatkan doa. Doa setelah membaca Al-Qur’an bukan sekadar pelengkap, melainkan jembatan spiritual yang menghubungkan hamba dengan Rabb-nya, memohon agar pahala bacaan diterima dan keberkahan Al-Qur’an meresap dalam jiwa.Praktik berdoa setelah menyelesaikan bacaan kitab suci ini memiliki landasan yang kuat dalam syariat Islam, serta didukung oleh pandangan para ulama terkemuka.
Amalan ini menjadi bentuk pengakuan akan kebesaran firman Allah dan harapan agar setiap huruf yang dibaca menjadi saksi kebaikan di hari akhir. Melalui doa, seorang muslim menegaskan kembali komitmennya untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dan memohon pertolongan Allah dalam setiap aspek kehidupannya.
Mengakhiri bacaan Al-Quran dengan doa sesuai sunnah adalah praktik mulia yang mendatangkan keberkahan. Doa ini melengkapi ibadah kita. Tak kalah menenangkan, lantunan shalawat burdha juga sering diamalkan untuk memuji Rasulullah SAW. Keduanya, baik doa maupun shalawat, adalah bentuk zikir yang memperkuat spiritualitas, sehingga doa setelah membaca Al-Quran terasa lebih khusyuk dan bermakna.
Berbagai Keutamaan dan Pahala Berdoa Setelah Membaca Al-Qur’an, Doa setelah membaca al quran sesuai sunnah
Mengamalkan doa setelah membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah yang sarat akan keutamaan dan pahala berlimpah. Amalan ini menunjukkan kerendahan hati seorang hamba di hadapan Sang Pencipta, sekaligus harapan akan penerimaan amal. Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang senantiasa berdoa dan memohon setelah beribadah. Berikut adalah beberapa keutamaan yang dapat diraih:
- Pahala Berlipat Ganda: Doa setelah tilawah Al-Qur’an dianggap sebagai penutup amal kebaikan, yang berpotensi melipatgandakan pahala bacaan Al-Qur’an itu sendiri. Ini karena doa adalah bentuk syukur dan pengakuan atas nikmat bisa membaca firman-Nya.
- Diterimanya Doa: Waktu setelah membaca Al-Qur’an termasuk dalam salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Keadaan hati yang bersih dan khusyuk setelah berinteraksi dengan kalamullah menjadikan doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT.
- Mendapatkan Keberkahan Al-Qur’an: Dengan berdoa, seorang muslim memohon agar keberkahan dan cahaya Al-Qur’an meresap ke dalam hati, pikiran, dan seluruh aspek kehidupannya, membimbingnya menuju jalan kebenaran dan kebaikan.
- Pengampunan Dosa: Doa setelah Al-Qur’an juga menjadi sarana untuk memohon ampunan atas segala kesalahan dan dosa, baik yang disengaja maupun tidak disengaja, selama proses tilawah atau dalam kehidupan sehari-hari.
- Peningkatan Derajat di Sisi Allah: Seorang hamba yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca dan berdoa setelah Al-Qur’an akan ditinggikan derajatnya di sisi Allah, mendapatkan kemuliaan dan kedudukan yang istimewa.
- Menjadi Saksi di Hari Kiamat: Al-Qur’an akan menjadi syafaat atau penolong bagi pembacanya di hari kiamat. Doa setelahnya menguatkan ikatan ini, memohon agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pembela di hadapan Allah.
Landasan Syariat dan Pandangan Ulama Mengenai Doa Setelah Tilawah
Anjuran untuk berdoa setelah membaca Al-Qur’an memiliki pijakan yang kuat dalam ajaran Islam, meskipun tidak ada hadis shahih yang secara spesifik memerintahkan doa dengan lafaz tertentu setelah setiap kali khatam Al-Qur’an. Namun, secara umum, berdoa setelah melakukan amal saleh adalah sunnah dan dianjurkan. Praktik ini didukung oleh dalil-dalil umum tentang keutamaan berdoa dan keutamaan Al-Qur’an. Berikut adalah pandangan ulama terkemuka mengenai hal ini:
- Imam An-Nawawi: Beliau dalam kitabnya,
-Al-Adzkar*, menyebutkan bahwa disunnahkan berdoa setelah selesai membaca Al-Qur’an, terutama setelah khatam. Ini adalah praktik yang dilakukan oleh para sahabat dan tabi’in, menunjukkan bahwa hal tersebut adalah amalan yang baik dan dianjurkan. - Ibnu Taimiyah: Meskipun tidak ada dalil khusus untuk doa khatam Al-Qur’an, Ibnu Taimiyah memandang bahwa berdoa setelah melakukan amal saleh adalah hal yang baik dan sesuai dengan syariat. Beliau menegaskan bahwa seorang muslim dapat berdoa dengan apa saja yang ia inginkan setelah membaca Al-Qur’an, asalkan doa tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
- Imam Ahmad bin Hanbal: Beliau sangat menganjurkan berdoa setelah khatam Al-Qur’an. Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad sering mengumpulkan keluarganya ketika beliau selesai mengkhatamkan Al-Qur’an untuk bersama-sama berdoa, menunjukkan pentingnya momen tersebut sebagai waktu yang mustajab.
- Ulama Mazhab Syafi’i: Mereka umumnya berpendapat bahwa berdoa setelah khatam Al-Qur’an adalah sunnah, berdasarkan praktik para salafush shalih dan keumuman dalil tentang anjuran berdoa setelah amal kebaikan. Doa ini dianggap sebagai penutup yang baik dan bentuk pengharapan kepada Allah.
- Keumuman Dalil Doa: Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW secara umum menganjurkan umat Islam untuk senantiasa berdoa dan memohon kepada Allah dalam setiap kesempatan, terutama setelah melakukan ibadah. Doa setelah Al-Qur’an termasuk dalam kategori ini, sebagai bentuk munajat dan pengharapan akan keberkahan.
“Barang siapa membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur’an), maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ itu satu huruf, tetapi ‘Alif’ satu huruf, ‘Laam’ satu huruf, dan ‘Miim’ satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi)
Usai membaca Al-Qur’an, melafalkan doa sesuai sunnah adalah praktik mulia untuk memohon rahmat dan keberkahan. Sama halnya, ketenangan hati dapat kita raih saat menghayati lirik shalawat huwannur yang penuh puji-pujian. Dengan demikian, baik doa maupun shalawat menjadi sarana mendekatkan diri, mengukuhkan pemahaman, dan memperoleh ketenangan batin setelah tilawah Al-Qur’an.
Kutipan hadis ini secara jelas menunjukkan betapa besarnya pahala membaca Al-Qur’an. Doa setelahnya menjadi pelengkap untuk memohon agar pahala tersebut diterima dan menjadi bekal di akhirat.
Gambaran Suasana Khusyuk Saat Berdoa Setelah Membaca Al-Qur’an
Momen setelah menyelesaikan tilawah Al-Qur’an adalah waktu yang istimewa, di mana hati seorang muslim dipenuhi dengan ketenangan dan kekhusyukan. Bayangkan seorang hamba Allah yang baru saja menutup mushafnya, meletakkannya dengan lembut di pangkuan atau di meja kecil di hadapannya. Cahaya lembut dari lampu kamar menerangi wajahnya yang kini tampak lebih teduh, memancarkan kedamaian batin. Matanya sedikit terpejam, atau menatap lurus ke depan dengan pandangan yang dalam, seolah sedang merenungkan setiap ayat yang baru saja dibaca.Kedua tangannya terangkat perlahan, telapak tangan terbuka menghadap ke langit, gestur yang universal dalam munajat.
Bahunya sedikit merunduk, menunjukkan kerendahan hati dan kepasrahan total di hadapan Ilahi. Dari bibirnya yang basah oleh dzikir, mengalirlah untaian doa dengan suara yang pelan, kadang bergetar menahan haru. Mungkin ia memohon ampunan atas kelalaian, memohon bimbingan agar dapat mengamalkan isi Al-Qur’an, atau memohon keberkahan untuk diri, keluarga, dan seluruh umat Islam. Setiap tarikan napasnya terasa lebih dalam, diiringi keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan.
Wajahnya yang semula fokus membaca, kini beralih menjadi ekspresi penuh harap dan tawakal, seolah-olah ia sedang berbicara langsung dengan Penciptanya, menuangkan segala isi hati dan harapannya setelah berinteraksi dengan firman-Nya yang agung.
Adab dan Tata Cara Memanjatkan Doa Setelah Tilawah: Doa Setelah Membaca Al Quran Sesuai Sunnah

Memanjatkan doa setelah tilawah Al-Qur’an merupakan momen berharga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Proses ini tidak hanya sekadar mengucapkan permohonan, melainkan sebuah bentuk komunikasi spiritual yang sarat makna. Untuk memastikan doa kita diterima dan memberikan dampak positif, penting bagi kita untuk memahami serta mengamalkan adab dan tata cara yang sesuai dengan tuntunan sunnah.
Adab-Adab dalam Memanjatkan Doa
Ketika memanjatkan doa, terutama setelah menyelesaikan bacaan Al-Qur’an, ada beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan untuk meningkatkan kualitas dan kekhusyukan doa kita. Adab-adab ini mencakup kondisi hati, posisi tubuh, hingga keyakinan teguh akan terkabulnya doa.
- Kondisi Hati yang Khusyuk dan Ikhlas: Doa hendaknya dipanjatkan dengan hati yang rendah diri, penuh harap, dan ikhlas semata-mata mengharap ridha Allah. Hindari perasaan tergesa-gesa atau keraguan.
- Posisi Tubuh yang Santun: Sebaiknya menghadap kiblat jika memungkinkan, duduk dengan tenang dan sopan, serta mengangkat kedua tangan sebagai bentuk kerendahan hati dan permohonan.
- Memulai dengan Pujian dan Shalawat: Awali doa dengan memuji Allah SWT (misalnya, dengan membaca hamdalah) dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Ini adalah salah satu kunci terkabulnya doa.
- Keyakinan Penuh akan Terkabulnya Doa: Panjatkan doa dengan keyakinan yang kuat bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa hamba-Nya. Jauhi prasangka buruk atau keraguan.
- Mengulang Doa dan Istighfar: Jika ada permohonan yang sangat mendesak, mengulang doa beberapa kali diperbolehkan. Jangan lupa untuk menyertakan istighfar atau permohonan ampunan atas segala dosa.
- Mengakhiri dengan Pujian dan Shalawat: Tutup doa dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai bentuk rasa syukur dan penghormatan.
Sebagaimana nasihat dari Imam Al-Ghazali, “Doa adalah intisari ibadah. Ketika seseorang berdoa, hendaknya ia hadirkan hatinya sepenuhnya, seolah-olah ia melihat Allah, dan yakin bahwa setiap bisikan hatinya didengar. Kekhusyukan bukan hanya pada lisan, tetapi pada jiwa yang tunduk dan merendah.” Etika ini memastikan doa tidak sekadar rutinitas, melainkan komunikasi mendalam yang membawa kedamaian dan penerimaan.
Perbedaan Doa Umum dan Doa Spesifik Setelah Tilawah
Doa yang dipanjatkan setelah tilawah Al-Qur’an dapat bervariasi, baik yang bersifat umum maupun spesifik, tergantung pada kebutuhan dan situasi individu. Memahami perbedaan keduanya membantu kita memanjatkan permohonan yang lebih tepat dan bermakna.
Doa umum adalah permohonan yang sifatnya universal, tidak terikat pada kebutuhan mendesak tertentu, melainkan memohon kebaikan secara luas. Contohnya adalah memohon ampunan dosa, rahmat, hidayah, keselamatan dunia dan akhirat untuk diri sendiri, keluarga, serta seluruh umat Islam. Doa ini mencakup kebaikan secara menyeluruh tanpa merinci kebutuhan spesifik.
Sementara itu, doa spesifik adalah permohonan yang lebih terfokus pada kebutuhan pribadi atau situasi tertentu yang sedang dihadapi. Doa ini sering kali muncul sebagai respons langsung terhadap ayat-ayat yang baru saja dibaca. Misalnya, jika seseorang membaca ayat-ayat tentang rezeki, ia bisa berdoa secara spesifik memohon keberkahan dalam rezeki. Atau, jika membaca ayat tentang kesembuhan, ia dapat memohon kesembuhan dari penyakit yang diderita.
Doa spesifik ini menunjukkan keterkaitan langsung antara bacaan Al-Qur’an dan permohonan pribadi.
Visualisasi Doa yang Ideal Setelah Tilawah
Bayangkan sebuah adegan yang penuh ketenangan dan kekhusyukan. Seorang individu, mungkin seorang Muslimah dengan mukena yang rapi atau seorang Muslim dengan pakaian ibadah yang bersih, duduk bersimpuh di atas sajadah. Mushaf Al-Qur’an telah dilipat dengan hati-hati dan diletakkan di sampingnya, menandakan selesainya sesi tilawah. Punggungnya tegak namun tidak kaku, menunjukkan rasa hormat dan kesiapan mental. Kedua tangannya terangkat ke atas, terbuka ke depan seperti menadah, dengan telapak tangan sedikit menghadap ke wajah atau ke arah kiblat.
Posisi ini adalah simbol kerendahan hati dan permohonan. Pandangan matanya menunduk ke bawah atau terpejam, tidak melayang ke mana-mana, mencerminkan konsentrasi penuh, kekhusyukan, dan penyerahan diri. Ekspresi wajahnya memancarkan ketenangan, harapan, dan kepasrahan yang mendalam kepada Allah SWT. Seolah-olah seluruh jiwa dan raganya sedang berkomunikasi langsung dengan Sang Pencipta, menyampaikan segala isi hati dan permohonan dengan penuh keyakinan akan rahmat-Nya.
Suasana di sekitarnya hening, mungkin ada cahaya lembut yang menyinari, menambah kesan sakral pada momen permohonan tersebut.
Penutupan Akhir

Mengakhiri setiap sesi tilawah Al-Qur’an dengan doa sesuai sunnah adalah penanda kedekatan seorang hamba dengan Penciptanya. Amalan ini bukan hanya menyempurnakan ibadah membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi jembatan untuk meraih keberkahan, pemahaman mendalam, dan ketenangan jiwa. Dengan mengamalkan doa-doa ini secara istiqamah, seorang muslim dapat merasakan transformasi spiritual yang nyata, menjadikan Al-Qur’an sebagai petunjuk hidup yang senantiasa menerangi setiap langkah, serta menjadi bekal terbaik di dunia dan akhirat.
Jawaban yang Berguna
Apakah doa setelah membaca Al-Qur’an wajib hukumnya?
Doa setelah membaca Al-Qur’an hukumnya sunnah, bukan wajib. Artinya, mengamalkannya akan mendapatkan pahala dan keutamaan, namun meninggalkannya tidak berdosa.
Bisakah saya berdoa dalam bahasa Indonesia atau bahasa ibu saya?
Sangat dianjurkan untuk memanjatkan doa dengan lafaz yang diajarkan Rasulullah SAW. Namun, setelah itu, diperbolehkan juga untuk berdoa dengan bahasa sendiri, memohon kebaikan dunia dan akhirat sesuai keinginan hati.
Bagaimana jika saya lupa berdoa setelah selesai membaca Al-Qur’an?
Jika lupa, tidak perlu khawatir. Doa dapat dipanjatkan kapan saja setelah teringat. Meskipun dianjurkan segera setelah tilawah, Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima doa kapan pun hamba-Nya memohon.
Apakah ada perbedaan doa setelah membaca satu juz dengan beberapa juz atau khatam?
Secara umum, doa yang dipanjatkan sama. Namun, ketika khatam Al-Qur’an (menyelesaikan seluruh 30 juz), terdapat keutamaan dan anjuran khusus untuk berkumpul dan berdoa bersama, yang dikenal dengan doa khatmil Qur’an.



