
Sunnah Khutbah Panduan Lengkap Berkhutbah Jumat
October 8, 2025
4 Sunnah Rasul Sebelum Tidur Panduan Jiwa Raga Tenang
October 8, 2025Sunnah sebelum tidur bukan sekadar rutinitas malam biasa, melainkan sebuah praktik mulia yang diajarkan Nabi Muhammad SAW untuk mencapai ketenangan jiwa dan raga. Momen sebelum terlelap adalah waktu berharga bagi seorang Muslim untuk merefleksikan diri, bersyukur atas nikmat Allah, serta mempersiapkan diri secara spiritual dan fisik untuk istirahat yang berkualitas. Mengamalkan sunnah ini adalah bentuk ketaatan yang membawa keberkahan dan perlindungan sepanjang malam.
Rangkaian amalan sunnah ini mencakup berbagai aspek, mulai dari menjaga kebersihan diri dan tempat tidur, berwudhu, hingga melafalkan doa dan dzikir yang diajarkan. Setiap langkah memiliki makna mendalam dan berkontribusi pada penciptaan suasana damai yang mendukung tidur nyenyak. Dengan mengikuti tuntunan ini, seorang Muslim tidak hanya mendapatkan istirahat fisik, tetapi juga memperkuat hubungan spiritualnya dengan Sang Pencipta, menjadikan tidur sebagai ibadah yang berpahala.
Makna dan Keutamaan Tidur dalam Islam: Sunnah Sebelum Tidur

Tidur adalah salah satu nikmat agung yang Allah SWT anugerahkan kepada hamba-Nya. Lebih dari sekadar kebutuhan biologis untuk mengistirahatkan tubuh, tidur dalam pandangan Islam merupakan momen berharga yang sarat makna spiritual. Ia adalah jeda dari hiruk pikuk dunia, kesempatan untuk merenung, dan waktu untuk kembali mengisi energi, baik fisik maupun rohani, demi menyongsong hari esok dengan penuh keberkahan. Memahami tidur sebagai anugerah Ilahi akan mengubah cara pandang kita terhadap aktivitas ini, menjadikannya bagian integral dari ibadah dan perjalanan spiritual seorang muslim.
Tidur sebagai Nikmat Allah dan Momen Refleksi Spiritual
Islam mengajarkan bahwa setiap aspek kehidupan seorang muslim, termasuk tidur, dapat bernilai ibadah jika dilakukan sesuai tuntunan syariat dan diniatkan karena Allah. Tidur bukanlah sekadar pemadaman kesadaran sementara, melainkan sebuah manifestasi kekuasaan Allah yang memungkinkan tubuh dan pikiran untuk pulih. Proses ini secara langsung mengingatkan kita pada kematian dan kebangkitan, di mana setiap bangun tidur adalah “hidup” kembali setelah “mati” sesaat.
Kesempatan ini seharusnya mendorong kita untuk merefleksikan amal perbuatan yang telah lalu dan mempersiapkan diri untuk hari yang akan datang, dengan harapan menjadi pribadi yang lebih baik.
Keutamaan Menjaga Adab Sebelum Tidur
Menjaga adab atau etika sebelum tidur sesuai ajaran Islam memiliki keutamaan yang besar, tidak hanya secara spiritual tetapi juga bagi kualitas istirahat itu sendiri. Adab-adab ini mencakup serangkaian amalan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, seperti berwudu, membersihkan tempat tidur, membaca doa-doa tertentu, dan berzikir. Melakukan adab-adab ini bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan sebuah bentuk kepatuhan dan penyerahan diri kepada Allah sebelum memasuki kondisi tidak sadar.
Hal ini menciptakan suasana batin yang tenang dan damai, mempersiapkan jiwa untuk istirahat yang berkualitas dan penuh berkah.Bayangkan seorang muslim yang, setelah menyelesaikan salat Isya dan berbagai aktivitas hariannya, dengan tenang menuju tempat tidurnya. Ia berwudu, membersihkan diri dari hadas kecil, dan merasakan kesegaran air membasuh wajah serta anggota tubuhnya. Dengan hati yang lapang, ia merapikan tempat tidurnya, memastikan kebersihannya, lalu duduk sejenak di tepi ranjang.
Tangannya terangkat, memanjatkan doa-doa perlindungan dan syukur, bibirnya melafalkan zikir yang menenangkan, seperti tasbih, tahmid, dan takbir. Ketika tubuhnya merebah, ia merasakan ketenangan yang mendalam, sebuah kepasrahan total kepada Sang Pencipta. Dalam momen itu, tidak ada lagi beban dunia yang memberatkan, hanya ada rasa damai dan keyakinan bahwa Allah akan menjaganya selama ia tidur. Gambaran ini mencerminkan seorang hamba yang khusyuk, menyambut tidur sebagai anugerah dan ibadah, bukan sekadar pelarian dari kelelahan.
Amalan Sebelum Tidur dan Ketenangan Jiwa
Amalan-amalan sunnah sebelum tidur memiliki peran krusial dalam menumbuhkan ketenangan jiwa dan pikiran. Ketika seseorang secara sadar melakukan persiapan spiritual sebelum tidur, ia secara tidak langsung sedang melatih dirinya untuk melepaskan segala kekhawatiran dan kegelisahan duniawi. Berwudu membersihkan diri secara fisik dan mental, doa-doa memohon perlindungan menumbuhkan rasa aman, dan zikir mengingat Allah mengisi hati dengan kedamaian. Proses ini membantu menetralkan pikiran dari stres dan tekanan yang mungkin terjadi sepanjang hari, menggantinya dengan perasaan damai dan tenteram.
Ketenangan batin ini sangat penting untuk mencapai tidur yang nyenyak dan berkualitas, yang pada gilirannya akan berdampak positif pada kesehatan mental dan emosional seseorang.
Manfaat Spiritual dan Fisik Mengikuti Sunnah Sebelum Tidur
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW sebelum tidur membawa segudang manfaat, baik dari aspek spiritual maupun fisik. Praktik-praktik ini tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah tetapi juga secara ilmiah terbukti mendukung kualitas tidur dan kesehatan secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa manfaat utama yang dapat dirasakan:
- Meningkatkan Kualitas Tidur: Berwudu dan berzikir sebelum tidur membantu menenangkan pikiran dan tubuh, sehingga mempermudah proses transisi menuju tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.
- Mendapatkan Pahala dan Keberkahan: Setiap amalan yang diniatkan karena Allah, termasuk mengikuti sunnah sebelum tidur, akan dicatat sebagai ibadah dan mendatangkan pahala serta keberkahan dalam hidup.
- Perlindungan dari Gangguan: Membaca doa-doa perlindungan, seperti Ayat Kursi dan tiga surah Qul (Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas), diyakini dapat melindungi seorang muslim dari gangguan setan dan mimpi buruk.
- Membersihkan Diri dari Dosa Kecil: Berwudu sebelum tidur juga dianggap sebagai sarana untuk membersihkan diri dari dosa-dosa kecil yang mungkin telah dilakukan sepanjang hari.
- Membangun Kedekatan dengan Allah: Rutinitas ibadah sebelum tidur adalah momen intim antara hamba dengan Penciptanya, memperkuat ikatan spiritual dan rasa syukur.
- Meningkatkan Kesehatan Fisik: Tidur yang berkualitas, yang didukung oleh ketenangan batin dari amalan sunnah, berkontribusi pada pemulihan sel-sel tubuh, peningkatan sistem imun, dan kesehatan jantung yang lebih baik.
- Membangun Kebiasaan Positif: Menjaga adab sebelum tidur secara konsisten membentuk kebiasaan baik yang disiplin dan teratur, yang dapat meluas ke aspek kehidupan lainnya.
Praktik Sunnah Sebelum Tidur yang Dianjurkan

Selain menjadi waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiran, momen sebelum tidur juga merupakan kesempatan emas bagi seorang Muslim untuk memperkaya spiritualitasnya. Dengan mengamalkan sunnah-sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, waktu istirahat kita tidak hanya mendatangkan manfaat fisik, tetapi juga pahala dan keberkahan dari Allah SWT. Praktik-praktik ini dirancang untuk menjaga hati tetap terhubung dengan Sang Pencipta, bahkan saat kita terlelap.
Menjaga sunnah-sunnah sebelum tidur adalah praktik mulia untuk menyempurnakan malam kita dan memperoleh ketenangan batin. Hal ini mencerminkan komitmen terhadap ajaran otentik, sebagaimana dipegang oleh mereka yang memahami benar ahlus sunnah wal jamaah artinya , yaitu mengikuti jejak Rasulullah SAW. Oleh karena itu, setiap amalan sebelum tidur menjadi sarana mendekatkan diri kepada-Nya.
Doa dan Dzikir Utama Sebelum Tidur
Rasulullah SAW telah mengajarkan berbagai doa dan dzikir yang sangat dianjurkan untuk dibaca sebelum tidur. Amalan-amalan ini berfungsi sebagai benteng perlindungan, pengingat akan kebesaran Allah, dan sarana untuk memohon ampunan serta keberkahan. Membiasakan diri dengan dzikir ini dapat menenangkan hati dan menjauhkan diri dari gangguan selama tidur.
| Lafaz Dzikir | Arti | Keutamaan |
|---|---|---|
| Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) | Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya)… (dan seterusnya) | Melindungi dari gangguan setan hingga pagi hari, menjamin keamanan dan ketenangan bagi pembacanya. |
| Surah Al-Ikhlas (3x), Al-Falaq (3x), An-Nas (3x) | Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa… (Al-Ikhlas) Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh… (Al-Falaq) Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia… (An-Nas) |
Memberikan perlindungan menyeluruh dari segala keburukan dan kejahatan, baik dari manusia, jin, maupun sihir. Dibaca sambil ditiupkan ke telapak tangan lalu diusapkan ke seluruh tubuh. |
| Doa Tidur: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوتُ (Bismika Allahumma ahya wa amut) | Dengan nama-Mu ya Allah, aku hidup dan aku mati. | Menyerahkan jiwa raga kepada Allah SWT sebelum tidur, mengakui bahwa hidup dan mati berada dalam kekuasaan-Nya. |
| Dzikir Tasbih (سُبْحَانَ اللهِ
Menerapkan sunnah sebelum tidur, seperti berwudhu dan membaca doa, membawa ketenangan batin. Ketenangan serupa juga dapat kita rasakan saat mendengarkan lantunan syahdu cut zuhra shalawat badar yang menyejukkan. Dengan konsisten menjalankan sunnah, kita berharap tidur menjadi ibadah dan bangun dalam keadaan fit.
|
Maha Suci Allah, Segala Puji bagi Allah, Allah Maha Besar. | Dzikir ini diajarkan Nabi kepada putrinya, Fatimah, sebagai pengganti pembantu. Memberikan kekuatan dan ketenangan hati, serta mencukupi kebutuhan hamba. |
Tata Cara Membaca Doa dan Dzikir Berurutan
Mengamalkan doa dan dzikir sebelum tidur secara berurutan dapat membantu kita mencapai kekhusyukan dan mendapatkan manfaat yang maksimal. Urutan ini didasarkan pada kebiasaan dan anjuran Rasulullah SAW, menciptakan rutinitas spiritual yang menenangkan.
- Niat dan Berwudhu: Mulailah dengan niat yang tulus dan pastikan telah berwudhu, karena tidur dalam keadaan suci sangat dianjurkan.
- Membersihkan Tempat Tidur: Kibas-kibas tempat tidur dengan kain atau tangan untuk membersihkan dari kotoran atau serangga, sambil menyebut nama Allah.
- Posisi Tidur: Berbaringlah miring ke sisi kanan, dengan telapak tangan kanan di bawah pipi kanan.
- Membaca Surah Pendek: Bacalah Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas masing-masing sebanyak tiga kali. Setelah setiap bacaan, tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan ke seluruh tubuh yang terjangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh.
- Membaca Ayat Kursi: Setelah itu, bacalah Ayat Kursi satu kali.
- Membaca Dzikir Tasbih, Tahmid, Takbir: Bacalah “Subhanallah” 33 kali, “Alhamdulillah” 33 kali, dan “Allahu Akbar” 34 kali.
- Membaca Doa Tidur: Akhiri dengan membaca doa tidur, “Bismika Allahumma ahya wa amut.”
- Doa Tambahan: Jika diinginkan, dapat ditambahkan doa-doa lain yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seperti doa agar terhindar dari siksa neraka atau doa memohon perlindungan.
Adab-Adab Fisik Sebelum Tidur
Selain amalan spiritual, terdapat pula adab-adab fisik yang dianjurkan sebelum tidur. Adab-adab ini tidak hanya bertujuan untuk kebersihan dan kesehatan, tetapi juga mencerminkan sikap seorang Muslim yang rapi dan menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan.
- Membersihkan Tempat Tidur: Sebelum berbaring, dianjurkan untuk mengibas atau membersihkan tempat tidur dari debu, kotoran, atau mungkin serangga yang tidak terlihat. Ini adalah bentuk kehati-hatian dan menjaga kebersihan.
- Berwudhu: Tidur dalam keadaan suci setelah berwudhu adalah sunnah yang sangat dianjurkan. Ini membantu menjaga hati tetap bersih dan mendatangkan malaikat untuk mendoakan kebaikan.
- Posisi Tidur yang Dianjurkan: Berbaringlah miring ke sisi kanan tubuh. Posisi ini diyakini lebih baik untuk kesehatan jantung dan pencernaan, serta merupakan posisi tidur yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.
- Mematikan Lampu atau Meredupkannya: Dianjurkan untuk mematikan lampu atau setidaknya meredupkannya sebelum tidur. Hal ini membantu tubuh mempersiapkan diri untuk istirahat dan mengurangi gangguan.
- Menutup Wadah Makanan dan Minuman: Pastikan semua wadah makanan dan minuman tertutup rapat untuk menjaga kebersihan dan mencegah gangguan dari serangga atau makhluk lainnya.
Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Tidur
Kehidupan Rasulullah SAW adalah teladan sempurna bagi umat Muslim, termasuk dalam hal istirahat. Setiap tindakannya sebelum tidur mengandung hikmah dan keberkahan, menunjukkan bagaimana seorang Muslim seyogianya menyikapi waktu malam.
Nabi Muhammad SAW senantiasa membersihkan tempat tidurnya sebelum berbaring, berwudhu layaknya akan shalat, kemudian berbaring miring ke sisi kanan. Beliau membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas sebanyak tiga kali, meniupkannya ke telapak tangan, lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh. Setelah itu, beliau membaca Ayat Kursi dan doa tidur, “Bismika Allahumma ahya wa amut,” serta dzikir tasbih, tahmid, dan takbir. Beliau juga memastikan untuk mematikan api atau lampu dan menutup wadah makanan sebelum terlelap.
Manfaat Mengamalkan Sunnah Sebelum Tidur

Mengamalkan sunnah sebelum tidur bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah investasi berharga untuk kualitas istirahat dan keberkahan hidup. Praktik-praktik yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ ini membawa dampak positif yang melampaui sekadar tidur nyenyak, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari upaya meraih ketenangan batin dan perlindungan Ilahi.
Peningkatan Kualitas Istirahat Malam
Amalan sunnah sebelum tidur memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas istirahat malam seseorang. Dengan melibatkan diri dalam dzikir dan doa, pikiran yang sebelumnya mungkin disibukkan oleh berbagai aktivitas dan kekhawatiran harian akan menjadi lebih tenang dan damai. Proses ini membantu meredakan ketegangan mental dan emosional, mempersiapkan tubuh serta pikiran untuk memasuki fase tidur yang lebih dalam dan berkualitas.
Bayangkan sebuah skenario di mana seseorang mengakhiri hari dengan membaca doa tidur, berdzikir, dan membersihkan diri. Pikiran terasa lapang, hati dipenuhi ketenangan karena telah menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. Tidur pun terasa lebih nyenyak, tanpa gangguan mimpi buruk atau kegelisahan yang seringkali menyertai tidur tanpa persiapan spiritual. Bangun di pagi hari, tubuh terasa segar bugar, pikiran jernih, dan hati dipenuhi rasa syukur, seolah seluruh energi telah terisi penuh untuk menyambut hari baru dengan optimisme dan semangat.
Perbandingan Kualitas Tidur, Sunnah sebelum tidur
Perbedaan antara tidur yang diawali dengan amalan sunnah dan tidur tanpa amalan sunnah dapat dirasakan secara signifikan. Kualitas istirahat yang diperoleh bukan hanya soal durasi, melainkan juga kedalaman dan dampak spiritualnya. Berikut adalah perbandingan yang menggambarkan perbedaan tersebut:
| Aspek | Tidur Tanpa Amalan Sunnah | Tidur Dengan Amalan Sunnah |
|---|---|---|
| Ketenangan Pikiran | Pikiran cenderung gelisah, sering memikirkan masalah atau rencana hari esok, sulit fokus untuk istirahat. | Pikiran lebih tenang dan damai, hati merasa tentram setelah berdzikir dan berdoa, fokus pada penyerahan diri kepada Allah. |
| Kualitas Tidur | Sering terbangun di tengah malam, tidur tidak pulas, merasa lelah meskipun sudah tidur lama. | Tidur lebih nyenyak dan pulas, jarang terbangun, tubuh dan pikiran benar-benar beristirahat secara optimal. |
| Energi Pagi | Bangun dengan perasaan lelah, kurang semangat, atau masih mengantuk, sulit memulai aktivitas pagi. | Bangun dengan segar, berenergi, pikiran jernih, dan siap menyambut hari dengan penuh semangat dan optimisme. |
| Perlindungan Spiritual | Lebih rentan terhadap gangguan dari bisikan setan atau mimpi buruk yang mengganggu. | Dilindungi dari gangguan setan dan mimpi buruk, tidur dalam penjagaan Allah, merasa aman dan tenteram. |
| Keberkahan | Tidur hanya sebagai aktivitas biologis tanpa nilai ibadah yang khusus. | Tidur menjadi ibadah yang mendatangkan pahala dan keberkahan, setiap tarikan napas bernilai di sisi Allah. |
Keberkahan Tidur dengan Sunnah
Mengamalkan sunnah sebelum tidur tidak hanya memberikan kenyamanan fisik dan mental, tetapi juga mendatangkan keberkahan yang luar biasa. Konsep keberkahan di sini merujuk pada bertambahnya kebaikan, manfaat, dan nilai spiritual dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam istirahat malam. Tidur yang diberkahi berarti waktu istirahat kita tidak hanya sekadar memulihkan energi fisik, tetapi juga mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjadikannya sebuah ibadah yang berpahala.
“Keberkahan dalam tidur adalah saat istirahat kita tidak hanya memulihkan fisik, tetapi juga mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, menjadikannya ibadah yang berpahala, dan setiap detiknya dihitung sebagai kebaikan.”
Keberkahan ini dapat dirasakan dalam bentuk bangun tidur yang lebih segar, hati yang lebih lapang, dan semangat beribadah yang meningkat. Bahkan, terkadang keberkahan ini termanifestasi dalam kemudahan urusan di siang hari atau perlindungan dari berbagai marabahaya yang tidak disadari. Tidur yang diawali dengan dzikir dan doa akan menjadi waktu di mana jiwa tetap terhubung dengan Sang Pencipta, bahkan dalam keadaan tidak sadar sekalipun.
Perlindungan Spiritual dan Fisik
Salah satu manfaat terbesar dari mengamalkan sunnah sebelum tidur adalah mendapatkan perlindungan dari Allah SWT, baik secara spiritual maupun fisik. Dengan berdzikir dan berdoa sebelum terlelap, seorang hamba menempatkan dirinya dalam penjagaan Ilahi, menjauhkan diri dari berbagai gangguan dan bahaya yang mungkin terjadi selama tidur.
- Perlindungan dari Gangguan Setan: Dzikir dan doa berfungsi sebagai benteng yang kuat. Saat seorang Muslim membaca ayat-ayat Al-Qur’an seperti Ayat Kursi atau surah-surah pendek, setan tidak akan dapat mendekati atau mengganggu tidurnya. Ini menciptakan lingkungan tidur yang damai dan bebas dari bisikan-bisikan negatif atau mimpi buruk yang disebabkan oleh setan.
- Perlindungan dari Bahaya Fisik yang Tidak Terduga: Meskipun kita tidak selalu menyadarinya, Allah memberikan perlindungan dari berbagai potensi bahaya fisik yang bisa terjadi saat kita tidur, seperti kecelakaan kecil di rumah, kebakaran, atau hal-hal lain yang berada di luar kendali manusia. Dzikir sebelum tidur adalah bentuk penyerahan diri dan permohonan penjagaan kepada-Nya.
- Ketenangan Hati dan Jiwa: Perlindungan spiritual juga mencakup ketenangan hati dan jiwa. Dengan mengingat Allah, segala kecemasan dan ketakutan akan berkurang, digantikan oleh rasa aman dan pasrah. Ini membantu mengurangi stres dan memberikan tidur yang lebih nyenyak tanpa beban pikiran.
- Penjagaan Malaikat: Bagi hamba-Nya yang berdzikir sebelum tidur, Allah juga mengutus malaikat untuk menjaga mereka hingga bangun di pagi hari. Kehadiran malaikat ini membawa keberkahan dan perlindungan ekstra, memastikan tidur dalam keadaan aman dan tentram.
Perlindungan ini bukan sekadar janji kosong, melainkan sebuah realitas yang banyak dirasakan oleh mereka yang istiqamah mengamalkan sunnah sebelum tidur. Tidur menjadi sebuah jeda yang penuh berkah dan keamanan, di mana seorang hamba benar-benar merasakan kasih sayang dan penjagaan dari Allah SWT.
Terakhir

Mengamalkan sunnah sebelum tidur adalah investasi spiritual dan fisik yang tak ternilai. Dengan disiplin menerapkan adab dan doa yang diajarkan, seorang Muslim akan merasakan peningkatan signifikan dalam kualitas istirahatnya, bangun dengan perasaan lebih segar dan siap menghadapi hari. Lebih dari sekadar tidur yang nyenyak, amalan ini juga membuka pintu keberkahan, perlindungan dari gangguan, serta ketenangan hati yang berkelanjutan. Mari jadikan setiap malam sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, menjadikan tidur bukan hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga sebuah ibadah yang penuh makna dan pahala.
Tanya Jawab (Q&A)
Bolehkah tidur setelah shalat Subuh?
Sebaiknya hindari tidur setelah shalat Subuh hingga matahari terbit karena waktu tersebut adalah waktu yang diberkahi untuk berdzikir dan beraktivitas. Namun, jika ada kebutuhan mendesak atau kurang tidur, hal itu diperbolehkan.
Apakah wajib berwudhu sebelum tidur?
Berwudhu sebelum tidur hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib. Ini membawa keutamaan dan keberkahan, serta membantu tidur dalam keadaan suci.
Bagaimana jika lupa membaca doa sebelum tidur?
Jika lupa membaca doa sebelum tidur dan terbangun di tengah malam, bisa membacanya saat itu. Jika baru teringat saat bangun pagi, tidak ada kewajiban mengulanginya, namun bisa diniatkan untuk lebih disiplin di malam berikutnya.
Posisi tidur apa yang tidak dianjurkan dalam Islam?
Posisi tidur telungkup (tengkurap) tidak dianjurkan karena dianggap posisi tidurnya penghuni neraka dan tidak disukai Allah. Posisi terbaik adalah miring ke kanan.
Apakah ada waktu tidur yang tidak disukai dalam Islam?
Selain setelah Subuh, tidur setelah shalat Ashar juga sering disebut sebagai waktu yang kurang baik karena dapat membuat badan lesu dan kurang produktif. Namun, tidak ada larangan mutlak.



