
Tata cara sholat tahajud dan witir keutamaan serta tips istiqamah
October 7, 2025
Tata Cara Sholat Tahajud Rumaysho Panduan Dan Tips Istiqamah
October 7, 2025Cara sholat tahajud 11 rakaat merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dikenal sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di sepertiga malam terakhir. Ibadah ini menawarkan ketenangan spiritual dan berbagai keutamaan yang luar biasa, baik bagi kehidupan di dunia maupun di akhirat. Melaksanakannya secara konsisten dapat menjadi jembatan menuju ketenangan hati dan terkabulnya doa-doa.
Pembahasan ini akan mengupas tuntas mulai dari pengertian dan keutamaan sholat Tahajud, tata cara pelaksanaannya secara umum, detail konfigurasi 11 rakaat yang sering dicontohkan, hingga doa dan dzikir yang dianjurkan setelah menunaikannya. Setiap langkah akan dijelaskan dengan gamblang, disertai dalil-dalil pendukung, agar setiap muslim dapat melaksanakannya dengan khusyuk dan penuh pemahaman.
Pengantar Sholat Tahajud dan Keutamaannya: Cara Sholat Tahajud 11 Rakaat

Sholat Tahajud adalah salah satu ibadah sunnah yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam, sering disebut sebagai “rajanya” sholat malam. Ibadah ini dilakukan setelah Sholat Isya hingga sebelum waktu Sholat Subuh, dengan waktu yang paling utama adalah di sepertiga malam terakhir. Pada saat itulah, suasana malam begitu tenang dan hening, memungkinkan seorang hamba untuk lebih fokus dan khusyuk dalam bermunajat kepada Sang Pencipta.Melaksanakan Sholat Tahajud bukan sekadar menjalankan rutinitas ibadah, melainkan sebuah kesempatan emas untuk membangun kedekatan spiritual yang mendalam dengan Allah SWT.
Di tengah kesibukan duniawi, momen-momen sunyi di penghujung malam menjadi jembatan bagi jiwa yang merindukan ketenangan dan pencerahan.
Dalil-Dalil Anjuran dan Keutamaan Sholat Tahajud
Al-Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad SAW banyak menjelaskan tentang anjuran serta keutamaan yang luar biasa bagi mereka yang tekun melaksanakan Sholat Tahajud. Dalil-dalil ini menjadi motivasi kuat bagi umat Muslim untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.
“Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra: 79)
Ayat ini secara jelas menunjukkan bahwa Sholat Tahajud adalah ibadah tambahan yang dapat mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah SWT. Keutamaan ini tidak hanya berlaku di akhirat, tetapi juga memberikan dampak positif dalam kehidupan di dunia.
“Sholat yang paling utama setelah sholat fardhu adalah sholat malam (Tahajud).” (HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan posisi Sholat Tahajud sebagai ibadah sunnah yang paling mulia setelah sholat wajib. Ini menunjukkan betapa besar nilai dan pahala yang terkandung di dalamnya.
Manfaat Spiritual dan Duniawi dari Sholat Tahajud
Konsisten melaksanakan Sholat Tahajud secara rutin membawa berbagai manfaat, baik untuk ketenangan jiwa maupun keberkahan dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah ini menjadi sumber kekuatan dan solusi bagi banyak permasalahan. Berikut adalah beberapa manfaat yang dapat dirasakan:
- Peningkatan Kedekatan dengan Allah SWT: Momen sepertiga malam terakhir adalah waktu terbaik untuk bermunajat, di mana Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa hamba-Nya. Ini memperkuat ikatan spiritual dan rasa bergantung kepada-Nya.
- Pengampunan Dosa: Sholat Tahajud merupakan salah satu sarana untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah lalu, membersihkan hati dan jiwa dari noda-noda kesalahan.
- Doa Lebih Mudah Dikabulkan: Pada waktu yang penuh berkah ini, doa-doa yang dipanjatkan cenderung lebih mudah dikabulkan, asalkan disertai dengan keikhlasan dan keyakinan penuh.
- Ketenangan Hati dan Pikiran: Melakukan ibadah di malam hari saat dunia terlelap dapat memberikan ketenangan batin yang luar biasa, meredakan stres, dan menjernihkan pikiran dari berbagai masalah.
- Kesehatan Fisik dan Mental: Bangun di sepertiga malam dan bergerak dalam sholat dapat memberikan efek positif pada kesehatan fisik, sementara fokus pada ibadah membantu menenangkan mental.
- Peningkatan Kualitas Hidup: Dengan hati yang tenang dan jiwa yang bersih, seseorang akan lebih mudah menghadapi tantangan hidup, membuat keputusan yang tepat, dan merasakan keberkahan dalam setiap langkah.
Suasana Ketenangan dan Kedamaian dalam Sholat Tahajud
Bayangkanlah sebuah malam yang sunyi, di mana bintang-bintang berkelip di langit gelap, dan embun mulai membasahi dedaunan. Di dalam sebuah ruangan yang remang-remang, hanya diterangi cahaya lampu tidur yang lembut, seseorang tengah bersujud panjang, menumpahkan segala isi hati dan harapannya kepada Allah SWT. Udara dingin malam terasa menyegarkan, membersihkan pikiran dari hiruk pikuk siang hari. Setiap gerakan dalam sholat, dari takbir hingga salam, dilakukan dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan.Setelah selesai sholat, ia duduk bersimpuh, mengangkat kedua tangannya, memohon ampunan, rahmat, dan petunjuk.
Tidak ada suara lain selain desiran angin malam dan detak jantung yang berirama tenang. Dalam keheningan itu, ia merasakan kedekatan yang tak terlukiskan dengan Penciptanya, sebuah kedamaian yang meresap hingga ke lubuk hati terdalam. Jiwa terasa lapang, beban terasa terangkat, digantikan oleh optimisme dan keyakinan akan pertolongan Allah. Momen inilah yang menjadi sumber kekuatan, penenang jiwa, dan bekal spiritual untuk menghadapi hari esok.
Tata Cara Umum Sholat Tahajud

Sholat Tahajud adalah ibadah sunnah yang sangat dianjurkan, dilaksanakan pada sepertiga malam terakhir setelah terbangun dari tidur. Pelaksanaannya memiliki runtutan gerakan dan bacaan yang spesifik, memastikan kekhusyukan dan kesempurnaan ibadah. Memahami tata cara ini menjadi kunci bagi umat Muslim yang ingin mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui sholat malam.
Niat Sholat Tahajud
Sebelum memulai sholat Tahajud, niat adalah pondasi utama yang membedakan ibadah satu dengan yang lainnya. Niat ini diucapkan dalam hati saat takbiratul ihram, namun bisa juga dilafalkan secara lisan untuk memantapkan hati. Berikut adalah lafal niat sholat Tahajud yang biasa digunakan:
Bahasa Arab: أُصَلِّي سُنَّةَ التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Transliterasi Latin: Usholli sunnatat Tahajjud rok’ataini lillahi ta’aalaa.
Memahami cara sholat tahajud 11 rakaat merupakan amalan mulia yang membawa ketenangan hati. Seiring dengan persiapan spiritual, perencanaan duniawi juga tak kalah penting, seperti menemukan kebutuhan esensial melalui kerandaku.co.id. Dengan begitu, keseimbangan hidup dapat terjaga, dan kita bisa lebih fokus dalam menunaikan sholat tahajud dengan khusyuk.
Arti dalam Bahasa Indonesia: “Aku niat sholat sunnah Tahajjud dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Penting untuk diingat bahwa sholat Tahajud dilakukan dalam satuan dua rakaat salam, sehingga niat ini diulang setiap kali memulai dua rakaat baru.
Langkah-langkah Pelaksanaan Sholat Tahajud, Cara sholat tahajud 11 rakaat
Pelaksanaan sholat Tahajud secara umum tidak jauh berbeda dengan sholat fardhu maupun sholat sunnah lainnya, namun dilakukan dengan kekhusyukan dan ketenangan di malam hari. Berikut adalah urutan langkah-langkah yang perlu diikuti:
- Takbiratul Ihram: Mengangkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan “Allahu Akbar”, sekaligus mengawali niat di dalam hati.
- Membaca Doa Iftitah: Setelah takbiratul ihram, disunnahkan membaca doa iftitah sebagai pembuka sholat.
- Membaca Surat Al-Fatihah: Wajib membaca surat Al-Fatihah pada setiap rakaat.
- Membaca Surat Pendek: Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek dari Al-Qur’an.
- Ruku’: Membungkuk dengan punggung lurus dan tangan memegang lutut, sambil membaca tasbih ruku’.
- I’tidal: Bangkit dari ruku’ ke posisi berdiri tegak, sambil membaca doa i’tidal.
- Sujud Pertama: Menurunkan badan untuk sujud dengan tujuh anggota tubuh menyentuh lantai (dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki), sambil membaca tasbih sujud.
- Duduk di Antara Dua Sujud: Bangkit dari sujud pertama ke posisi duduk iftirasy, sambil membaca doa duduk di antara dua sujud.
- Sujud Kedua: Kembali sujud seperti sujud pertama, sambil membaca tasbih sujud.
- Berdiri untuk Rakaat Berikutnya: Setelah sujud kedua, bangkit untuk melaksanakan rakaat kedua dengan urutan yang sama dari membaca Al-Fatihah.
- Tahiyat Akhir: Pada rakaat terakhir (misalnya rakaat kedua jika sholat 2 rakaat), duduk tahiyat akhir dan membaca bacaan tahiyat akhir.
- Salam: Mengakhiri sholat dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengucapkan “Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh”.
Proses ini diulang untuk setiap dua rakaat yang dilakukan. Jika seseorang ingin sholat Tahajud 11 rakaat, maka ia akan melaksanakan 5 kali sholat dua rakaat dengan salam di setiap akhir dua rakaat, kemudian dilanjutkan dengan sholat Witir 1 rakaat.
Bacaan Wajib dan Sunnah dalam Sholat Tahajud
Dalam setiap rakaat sholat Tahajud, terdapat bacaan yang hukumnya wajib dan ada pula yang disunnahkan. Memahami perbedaan ini membantu kita melaksanakan sholat dengan benar dan mendapatkan pahala yang maksimal.Bacaan yang bersifat wajib dan menjadi rukun sholat adalah membaca Surat Al-Fatihah pada setiap rakaat setelah takbiratul ihram. Tanpa membaca Al-Fatihah, sholat dianggap tidak sah.Sementara itu, bacaan yang bersifat sunnah setelah Al-Fatihah adalah membaca surat-surat pendek dari Al-Qur’an.
Beberapa surat yang umum dianjurkan atau sering dibaca oleh Rasulullah SAW dalam sholat Tahajud antara lain:
- Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama.
- Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
- Ayat Kursi.
- Surat-surat lain yang memiliki makna mendalam atau sesuai dengan keinginan musholli.
Pilihan surat pendek ini bisa bervariasi dan tidak ada keharusan untuk terpaku pada satu atau dua surat saja, yang terpenting adalah membaca Al-Qur’an setelah Al-Fatihah.
Untuk sholat tahajud 11 rakaat, penting memahami urutan dan doanya agar ibadah diterima. Namun, ada situasi khusus bagi wanita yang tidak memungkinkan sholat biasa. Jangan khawatir, Anda masih bisa mendekatkan diri kepada Allah. Temukan panduan lengkap mengenai cara tahajud saat haid. Setelah itu, semangat kembali menunaikan sholat tahajud 11 rakaat dengan khusyuk di waktu-waktu terbaik.
Perbandingan Sholat Tahajud dan Sholat Witir
Sholat Tahajud dan sholat Witir adalah dua jenis sholat sunnah yang seringkali dilaksanakan berurutan di malam hari, namun keduanya memiliki perbedaan mendasar dalam beberapa aspek. Memahami perbandingan ini penting agar tidak keliru dalam pelaksanaannya.
| Aspek | Sholat Tahajud | Sholat Witir | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Waktu Pelaksanaan | Setelah sholat Isya dan setelah tidur (walaupun sebentar) hingga sebelum masuk waktu Shubuh. | Setelah sholat Isya hingga sebelum masuk waktu Shubuh. Bisa langsung atau setelah Tahajud. | Tahajud mensyaratkan tidur terlebih dahulu, Witir tidak. Witir dianjurkan sebagai penutup sholat malam. |
| Hukum | Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan). | Sunnah Muakkadah (sangat dianjurkan). | Keduanya memiliki keutamaan besar di sisi Allah SWT. |
| Jumlah Rakaat | Minimal 2 rakaat, tidak ada batasan maksimal (umumnya 8 atau 10 rakaat). Dilakukan 2 rakaat salam, 2 rakaat salam. | Ganjil, minimal 1 rakaat, maksimal 11 rakaat. Bisa 1 rakaat, 3 rakaat (2+1 atau langsung 3), 5 rakaat, dst. | Tahajud selalu genap dalam setiap salamnya, Witir selalu ganjil. |
| Kedudukan | Sholat malam yang paling utama, disebut juga “qiyamul lail”. | Penutup sholat malam, untuk mengganjilkan sholat yang telah dilakukan. | Seringkali Witir dilaksanakan setelah Tahajud untuk menyempurnakan ibadah malam. |
Pelaksanaan Sholat Tahajud 11 Rakaat

Melaksanakan sholat Tahajud sebanyak 11 rakaat merupakan salah satu cara untuk mendalami ibadah malam, yang dikenal memiliki keutamaan besar. Konfigurasi rakaat ini umumnya menggabungkan sholat Tahajud dengan sholat Witir sebagai penutupnya. Pemahaman yang tepat mengenai tata cara dan bacaan di dalamnya akan membantu Anda menjalankan ibadah ini dengan khusyuk dan sesuai tuntunan.
Konfigurasi Rakaat Sholat Tahajud 11 Rakaat
Sholat Tahajud 11 rakaat dapat dilakukan dengan beberapa set rakaat yang diakhiri salam, kemudian ditutup dengan sholat Witir. Konfigurasi yang paling umum adalah dengan melakukan sholat Tahajud 2 rakaat sebanyak lima kali, diikuti oleh sholat Witir 1 rakaat. Ini memungkinkan seorang Muslim untuk beristirahat sejenak dan memperbarui niat di antara setiap set rakaat, sekaligus menjaga fokus dalam ibadah.
- Set Pertama: 2 rakaat Tahajud, diakhiri dengan salam.
- Set Kedua: 2 rakaat Tahajud, diakhiri dengan salam.
- Set Ketiga: 2 rakaat Tahajud, diakhiri dengan salam.
- Set Keempat: 2 rakaat Tahajud, diakhiri dengan salam.
- Set Kelima: 2 rakaat Tahajud, diakhiri dengan salam.
- Set Keenam (Penutup): 1 rakaat sholat Witir, diakhiri dengan salam.
Setiap set 2 rakaat Tahajud dilakukan seperti sholat sunah biasa, dimulai dengan niat sholat Tahajud, takbiratul ihram, membaca Al-Fatihah dan surat pendek, rukuk, iktidal, sujud dua kali, dan diakhiri dengan tasyahud akhir serta salam. Setelah menyelesaikan 10 rakaat Tahajud dengan lima kali salam, sholat ditutup dengan 1 rakaat Witir. Niat untuk sholat Witir diucapkan secara terpisah sebelum memulai rakaat terakhir ini.
Bagi Anda yang ingin menunaikan sholat tahajud sebanyak 11 rakaat, penting untuk memastikan pelaksanaannya benar sesuai tuntunan. Apalagi jika Anda mencari informasi mengenai tata cara sholat tahajud muhammadiyah yang mungkin memiliki kekhasan tersendiri. Memahami detail ini akan membantu Anda menjalankan sholat tahajud 11 rakaat dengan lebih tenang dan sesuai syariat.
Doa Qunut Witir pada Rakaat Terakhir
Pada rakaat terakhir sholat Witir, terutama jika dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadhan atau dalam kondisi tertentu, disunahkan membaca doa qunut. Doa qunut ini dibaca setelah rukuk pada rakaat Witir yang terakhir, sebelum sujud. Membaca doa qunut adalah bentuk permohonan kepada Allah SWT untuk keberkahan, perlindungan, dan petunjuk.
Lafaz Arab:
اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَLafaz Latin:
“Allahummah dinii fiiman hadait, wa ‘aafinii fiiman ‘aafait, wa tawallanii fiiman tawallait, wa baariklii fiimaa a’thoit, wa qinii syarro maa qodhoit, fainnaka taqdhii wa laa yuqdhoo ‘alaik, wa innahuu laa yadzillu man waalait, wa laa ya’izzu man ‘aadait, tabaarokta Robbanaa wa ta’aalait.”Terjemahan:
“Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Pimpinlah aku bersama orang-orang yang telah Engkau pimpin. Berilah berkah pada segala apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Dan peliharalah aku dari kejahatan yang Engkau putuskan.Karena sesungguhnya Engkaulah yang memutuskan dan tiada seorang pun yang dapat memutuskan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang telah Engkau beri kekuasaan. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Suci Engkau, ya Tuhan kami, dan Maha Tinggi.”
Contoh Urutan Bacaan Surat Pendek dalam Sholat Tahajud
Untuk menambah kekhusyukan dan variasi dalam sholat Tahajud 11 rakaat, Anda dapat mengganti-ganti surat pendek yang dibaca setelah Al-Fatihah di setiap rakaat. Variasi ini membantu menjaga fokus dan menghindari rutinitas yang monoton, sehingga setiap rakaat terasa segar dan penuh makna. Berikut adalah beberapa contoh urutan bacaan surat pendek yang bisa diterapkan:
| Rakaat ke- | Surat yang Dibaca (Setelah Al-Fatihah) |
|---|---|
| 1 (Tahajud) | Al-Kafirun |
| 2 (Tahajud) | Al-Ikhlas |
| 3 (Tahajud) | Al-Falaq |
| 4 (Tahajud) | An-Nas |
| 5 (Tahajud) | Al-Qadr |
| 6 (Tahajud) | Ad-Dhuha |
| 7 (Tahajud) | Al-Insyirah |
| 8 (Tahajud) | At-Tin |
| 9 (Tahajud) | Al-Kautsar |
| 10 (Tahajud) | An-Nasr |
| 11 (Witir) | Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas (jika 3 rakaat Witir), atau Al-Ikhlas (jika 1 rakaat Witir) |
Pilihan surat-surat di atas hanyalah contoh. Anda bebas memilih surat-surat lain dari Al-Qur’an yang Anda hafal dan pahami maknanya, sesuai dengan kemampuan dan keinginan untuk memperpanjang bacaan dalam sholat.
Perbedaan Praktik Sholat Tahajud 11 Rakaat dengan Satu atau Beberapa Salam
Praktik sholat Tahajud 11 rakaat memiliki dua pendekatan utama terkait jumlah salam yang diucapkan: dengan satu kali salam di akhir atau dengan beberapa kali salam di setiap dua rakaat. Kedua metode ini sah dan memiliki dasar dalam syariat Islam, meskipun praktik yang lebih umum dan dianjurkan adalah dengan beberapa kali salam.
Praktik dengan Beberapa Kali Salam:
Metode ini adalah yang paling sering diajarkan dan dipraktikkan, seperti yang dijelaskan sebelumnya (2-2-2-2-2-1). Setiap dua rakaat Tahajud diakhiri dengan salam, dan kemudian ditutup dengan satu rakaat Witir yang juga diakhiri dengan salam. Keuntungan dari metode ini adalah memungkinkan jeda singkat di antara setiap set rakaat, membantu menjaga fokus, dan memberikan kesempatan untuk memperbarui niat. Ini juga selaras dengan hadis Nabi Muhammad SAW yang menyebutkan bahwa sholat malam itu dua rakaat salam, dua rakaat salam.
Praktik dengan Satu Kali Salam di Akhir:
Meskipun kurang umum untuk sholat Tahajud 11 rakaat secara keseluruhan, beberapa mazhab atau individu mungkin memilih untuk melakukan sholat Tahajud dan Witir secara bersambung tanpa salam di antara setiap dua rakaat, dan hanya mengucapkan salam pada akhir rakaat ke-11. Dalam praktik ini, sholat akan dilakukan dalam satu rangkaian panjang, misalnya 10 rakaat Tahajud dilanjutkan 1 rakaat Witir tanpa jeda salam.
Metode ini membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi dan stamina yang lebih kuat karena tidak ada jeda. Namun, untuk sholat Witir itu sendiri, ada juga praktik Witir 3 rakaat dengan satu salam di akhir, yang menunjukkan adanya fleksibilitas dalam konfigurasi salam dalam sholat sunah.
Secara umum, praktik dengan beberapa kali salam (misalnya 2-2-2-2-2-1) lebih disarankan karena memberikan kemudahan dan sesuai dengan anjuran Nabi Muhammad SAW. Pemilihan metode ini kembali kepada kenyamanan dan kemampuan individu dalam menjaga kekhusyukan selama ibadah.
Penutupan

Dengan memahami secara mendalam cara sholat tahajud 11 rakaat beserta doa dan dzikirnya, setiap muslim memiliki kesempatan emas untuk meraih keberkahan dan kedamaian hati yang tak terhingga. Konsistensi dalam melaksanakan ibadah sunnah ini, terutama di waktu-waktu mustajab, akan membentuk pribadi yang lebih kuat secara spiritual dan lebih dekat dengan Sang Pencipta. Semoga setiap langkah yang diambil dalam mengamalkan sholat Tahajud menjadi bekal berharga yang membawa pada kebaikan dan keridaan Allah SWT.
Kumpulan FAQ
Apakah harus tidur terlebih dahulu sebelum sholat Tahajud?
Disunnahkan untuk tidur terlebih dahulu, meskipun sebentar, agar sholat Tahajud sah dan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW. Namun, jika tidak sempat tidur, sholat Tahajud tetap sah.
Berapa rakaat minimal sholat Tahajud?
Sholat Tahajud minimal dua rakaat. Tidak ada batasan maksimal, namun Rasulullah SAW sering melaksanakannya 11 atau 13 rakaat, termasuk sholat Witir sebagai penutup.
Apakah sholat Tahajud bisa digabung dengan sholat Witir?
Sholat Witir adalah penutup sholat malam. Jika sudah sholat Tahajud, sholat Witir sebaiknya dilakukan setelahnya sebagai penutup sholat malam.
Apa hukum sholat Tahajud?
Sholat Tahajud hukumnya sunnah muakkad, yaitu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
Apakah ada bacaan surat pendek khusus yang wajib dibaca saat Tahajud?
Tidak ada surat pendek khusus yang wajib dibaca. Setelah membaca Surat Al-Fatihah, boleh membaca surat atau ayat apa saja dari Al-Qur’an yang dihafal.



