
Cara mendapatkan anak kembar menurut Islam panduan lengkap
March 21, 2026
Cara Menyapih Anak Menurut Islam Panduan Lembut
March 22, 2026Cara mengusir tokek di rumah menurut Islam seringkali menjadi pertanyaan bagi banyak Muslim yang mendapati hewan ini di kediaman mereka. Kehadiran tokek, dengan suaranya yang khas dan kemampuannya bersembunyi di sudut-sudut rumah, terkadang menimbulkan rasa tidak nyaman atau bahkan kekhawatiran tertentu. Oleh karena itu, mencari solusi yang selaras dengan ajaran agama menjadi pilihan utama, menggabungkan ikhtiar duniawi dengan tuntunan syariat.
Pembahasan ini akan mengupas tuntas pandangan Islam terhadap tokek, dalil-dalil yang mendasarinya, serta metode praktis pengusiran yang etis dan sesuai sunnah. Tidak hanya itu, akan dibahas pula langkah-langkah pencegahan untuk menciptakan lingkungan rumah yang bersih, damai, dan diberkahi, jauh dari gangguan tokek, seraya tetap menjaga adab dan kasih sayang terhadap makhluk ciptaan Allah.
Tokek dalam Pandangan Islam

Kehadiran tokek di dalam rumah seringkali memunculkan berbagai respons, mulai dari rasa jijik, takut, hingga anggapan mistis. Namun, dalam kacamata Islam, tokek memiliki kedudukan dan pandangan tersendiri yang berbeda dengan kepercayaan umum. Memahami perspektif ini penting agar kita dapat menyikapi keberadaan tokek sesuai dengan tuntunan syariat.
Kedudukan Tokek dalam Ajaran Islam
Dalam ajaran Islam, tokek termasuk dalam kategori hewan yang disebut fawasiq, yaitu hewan-hewan yang dianggap berbahaya atau memiliki sifat mengganggu. Anjuran untuk mengusir atau bahkan membunuh tokek tidak semata-mata tanpa alasan, melainkan didasari oleh hadis Nabi Muhammad ﷺ yang memberikan panduan spesifik terkait makhluk ini. Hal ini menunjukkan bahwa ada hikmah di balik perintah tersebut, yang mungkin tidak selalu terlihat secara kasat mata.
- Tokek (atau wazagh, istilah umum untuk jenis cicak besar) disebutkan dalam beberapa hadis Nabi Muhammad ﷺ. Salah satunya adalah anjuran untuk membunuhnya karena perannya dalam api yang membakar Nabi Ibrahim AS. Dikisahkan bahwa tokek berusaha meniup-niup api agar semakin besar, berbeda dengan hewan lain yang justru berusaha memadamkannya.
- Meskipun kisah tersebut bersifat simbolis, anjuran ini memberikan dasar hukum bahwa tokek bukanlah hewan yang dianjurkan untuk dipelihara atau dibiarkan berlama-lama di dalam rumah.
- Tindakan ini bukan berarti Islam mengajarkan kekejaman terhadap hewan, melainkan sebagai bentuk perlindungan dan penegakan perintah Nabi yang memiliki dasar kebaikan dan keberkahan bagi umat.
Tokek dalam Kepercayaan Lokal dan Perbandingannya dengan Islam
Di banyak kebudayaan lokal, terutama di Indonesia, tokek seringkali diselimuti berbagai mitos dan kepercayaan yang jauh berbeda dengan pandangan Islam. Pemahaman ini penting untuk membedakan antara ajaran agama dan takhayul yang berkembang di masyarakat.
Untuk mengusir tokek di rumah secara Islami, kita bisa mulai dengan memperbanyak zikir dan menjaga kebersihan. Keimanan yang kuat memang sangat menunjang, termasuk pentingnya memahami kitab tajwid agar bacaan Al-Quran kita semakin sempurna. Rumah yang damai dan diberkahi dengan lantunan ayat suci tentu diharapkan membuat tokek tidak betah dan segera pergi.
| Aspek | Kepercayaan Lokal Umum | Pandangan Islam |
|---|---|---|
| Makna Suara | Suara tokek sering diyakini sebagai pertanda keberuntungan atau kesialan, tergantung jumlah atau waktu bunyinya. Ada yang percaya bahwa suara tokek dapat memanggil rezeki atau justru mengusir tamu yang tidak diinginkan. | Dalam Islam, suara tokek dianggap sebagai suara hewan biasa tanpa makna spiritual atau ramalan khusus. Tidak ada dasar syariat yang mengaitkan suara tokek dengan nasib baik atau buruk. |
| Keberadaan di Rumah | Beberapa orang percaya tokek yang berdiam di rumah adalah pembawa keberuntungan, penolak bala, atau bahkan jelmaan makhluk halus. Kehadirannya dianggap sebagai penjaga rumah atau tanda akan datangnya rezeki. | Sebaliknya, Islam menganjurkan untuk mengusir atau menyingkirkan tokek dari rumah. Hal ini didasari oleh statusnya sebagai fawasiq yang berpotensi membawa gangguan atau kotoran, serta mengikuti sunah Nabi Muhammad ﷺ. |
| Penggunaan dalam Ritual | Di beberapa praktik perdukunan atau kepercayaan mistis, tokek (terutama yang berukuran besar) digunakan sebagai sarana ritual, jimat, atau bahan ramuan tertentu karena dianggap memiliki kekuatan supranatural. | Islam secara tegas melarang segala bentuk praktik sihir, perdukunan, dan penggunaan jimat. Mengaitkan kekuatan supranatural pada tokek atau makhluk lain adalah bentuk syirik yang bertentangan dengan tauhid. |
Perbedaan mendasar ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan pendekatan yang rasional dan berdasarkan wahyu, menjauhkan umatnya dari takhayul yang dapat menyesatkan akidah.
Deskripsi Visual Tokek di Dinding Malam Hari
Bayangkan seekor tokek berukuran sedang menempel erat di dinding ruang tamu yang remang-remang, hanya diterangi oleh pantulan cahaya bulan atau lampu jalan yang temaram dari luar jendela. Kulitnya yang bersisik tebal dengan corak bintik-bintik gelap terlihat menonjol di antara bayangan yang samar. Matanya yang besar dan bulat, memancarkan ekspresi waspada dan tajam, terus bergerak mengamati sekelilingnya, seolah-olah setiap gerakan kecil di ruangan itu tidak luput dari perhatiannya.
Bayangan gelap tubuhnya membentang di dinding, bergerak sedikit mengikuti lekuk tubuhnya yang siap siaga. Suasana malam hari yang sunyi semakin menonjolkan keberadaannya, menciptakan kesan misterius namun penuh kewaspadaan, seolah ia adalah penjaga malam yang tak pernah tidur.
Dasar Hukum dan Ajaran Islam Mengenai Tokek

Dalam setiap aspek kehidupan, Islam selalu menyediakan panduan yang komprehensif, termasuk dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan tempat tinggal. Kehadiran hewan-hewan tertentu di rumah, seperti tokek, terkadang menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana seharusnya seorang Muslim menyikapinya. Untungnya, ajaran Islam melalui Al-Qur’an dan Hadits telah memberikan arahan yang jelas, lengkap dengan interpretasi dari para ulama terkemuka, agar kita dapat bertindak sesuai syariat.
Dalil-Dalil dari Al-Qur’an dan Hadits
Islam adalah agama yang sempurna, mengatur segala hal mulai dari ibadah hingga urusan duniawi, termasuk interaksi dengan lingkungan sekitar. Mengenai keberadaan tokek di rumah, beberapa dalil dari Hadits Nabi Muhammad SAW secara eksplisit memberikan panduan. Dalil-dalil ini tidak hanya menunjukkan anjuran untuk mengusir atau menyingkirkan tokek, tetapi juga menjelaskan alasan di baliknya, yang sebagian besar terkait dengan menjaga kebersihan, kesehatan, dan menghindari potensi bahaya.Berikut adalah beberapa dalil yang menjadi dasar hukum dalam menyikapi keberadaan tokek:
| Nama Surat/Hadits | Bunyi Dalil (Terjemahan) | Relevansi dengan Anjuran Mengusir Tokek |
|---|---|---|
| Hadits Riwayat Muslim (No. 2240) | “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk membunuh cicak (tokek) dan beliau bersabda: ‘Dahulu cicak itu meniup api untuk membakar Ibrahim.'” | Hadits ini secara eksplisit memerintahkan pembunuhan cicak, yang dalam konteks bahasa Arab (wazagh/وزغ) dapat mencakup tokek besar. Keterangan mengenai perannya dalam peristiwa Nabi Ibrahim AS memberikan latar belakang historis dan spiritual mengapa hewan ini dianggap perlu disingkirkan. |
| Hadits Riwayat Bukhari (No. 3359) dan Muslim (No. 2240) | “Barangsiapa yang membunuh cicak (tokek) pada pukulan pertama, maka baginya seratus kebaikan. Jika pada pukulan kedua, maka baginya kebaikan kurang dari itu. Jika pada pukulan ketiga, maka baginya kebaikan kurang dari itu.” | Dalil ini memberikan motivasi tambahan berupa pahala bagi mereka yang berhasil menyingkirkan cicak/tokek, terutama jika dilakukan dengan cepat. Ini menunjukkan bahwa anjuran untuk menyingkirkan hewan ini memiliki nilai kebaikan di sisi Allah SWT. |
| Prinsip Umum Kebersihan dan Pencegahan Bahaya dalam Islam | “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan.” (Hadits Riwayat Muslim) serta ayat-ayat tentang menjaga diri dari kebinasaan. | Meskipun tidak ada ayat Al-Qur’an yang secara spesifik menyebut tokek, ajaran Islam sangat menekankan kebersihan (thaharah), menjaga kesehatan, dan menghindari segala bentuk gangguan atau bahaya. Tokek, sebagai hewan yang berpotensi membawa kuman atau mengganggu kenyamanan, selaras dengan prinsip-prinsip ini untuk dihindari atau disingkirkan. |
Dalil-dalil di atas secara gamblang menunjukkan bahwa tindakan mengusir atau bahkan membunuh tokek memiliki dasar yang kuat dalam syariat Islam. Perintah ini tidak muncul tanpa sebab, melainkan didasari oleh hikmah dan pelajaran yang dapat diambil, baik dari sudut pandang sejarah Islam maupun dari prinsip-prinsip umum kebersihan dan kesehatan.
Interpretasi Ulama dan Penerapannya
Para ulama terkemuka dari berbagai mazhab telah banyak membahas dan menafsirkan dalil-dalil mengenai tokek ini. Interpretasi mereka memberikan pemahaman yang lebih mendalam serta panduan praktis tentang bagaimana seorang Muslim seharusnya bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum, ada konsensus di kalangan ulama mengenai anjuran untuk menyingkirkan tokek dari rumah.Beberapa poin penting dari interpretasi ulama meliputi:
- Konsensus Anjuran: Mayoritas ulama sepakat bahwa ada anjuran kuat (sunnah muakkadah) untuk menyingkirkan tokek, atau bahkan membunuhnya, berdasarkan hadits-hadits shahih yang telah disebutkan. Hewan ini dikategorikan sebagai “fawasiq” (fasik), yaitu hewan-hewan pengganggu yang diperbolehkan untuk dibunuh karena potensi bahaya atau gangguannya.
- Alasan Anjuran: Selain alasan historis terkait Nabi Ibrahim AS, para ulama juga menyoroti aspek kesehatan dan kebersihan. Tokek dikenal sebagai hewan yang dapat membawa bakteri atau kuman, serta seringkali mengganggu ketenangan dan kenyamanan penghuni rumah. Oleh karena itu, menyingkirkannya adalah bagian dari menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga.
- Metode Penyingkiran: Dalam konteks modern, metode penyingkiran tokek dianjurkan untuk dilakukan secara efektif dan manusiawi sebisa mungkin, tanpa menyiksa hewan tersebut. Jika memungkinkan, mengusirnya tanpa membunuh adalah pilihan, namun jika tidak memungkinkan dan hewan tersebut terus mengganggu atau berpotensi membahayakan, maka tindakan pembunuhan yang cepat dan tidak menyakitkan diperbolehkan sesuai syariat.
- Hikmah di Balik Anjuran: Anjuran ini juga mengandung hikmah tentang pentingnya menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi penghuninya. Islam mendorong umatnya untuk proaktif dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk beribadah dan menjalani kehidupan yang baik.
Penerapan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari berarti seorang Muslim disarankan untuk tidak membiarkan tokek berkeliaran di dalam rumah tanpa tindakan. Ini bisa dimulai dengan menjaga kebersihan rumah agar tidak menarik perhatian tokek, menutup celah-celah yang bisa menjadi akses masuk, hingga menggunakan metode pengusiran yang aman dan efektif. Dengan demikian, kita tidak hanya mengikuti sunnah Nabi, tetapi juga menjaga kesehatan dan kenyamanan keluarga.
Metode Pengusiran Tokek Berbasis Ajaran Islam: Cara Mengusir Tokek Di Rumah Menurut Islam

Mengatasi keberadaan tokek di rumah dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk pendekatan yang selaras dengan ajaran Islam. Metode ini tidak hanya berfokus pada tindakan fisik, tetapi juga melibatkan dimensi spiritual untuk menciptakan lingkungan rumah yang tenang dan diberkahi. Pendekatan ini mengintegrasikan doa, ruqyah syar’iyyah, serta amalan-amalan kebaikan yang diyakini dapat membawa keberkahan dan menjauhkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Langkah-langkah Pengusiran Tokek dengan Doa dan Ruqyah Syar’iyyah
Dalam menghadapi gangguan seperti keberadaan tokek, umat Islam diajarkan untuk senantiasa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT. Ruqyah syar’iyyah, sebagai salah satu bentuk pengobatan dan perlindungan spiritual, dapat diterapkan untuk menciptakan suasana rumah yang lebih aman dan nyaman dari gangguan makhluk. Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan:
- Membaca Ayat Kursi: Ayat Kursi merupakan ayat yang sangat agung dalam Al-Qur’an dan diyakini memiliki keutamaan besar sebagai pelindung. Bacalah Ayat Kursi secara rutin, terutama setelah shalat fardhu dan sebelum tidur, serta saat merasakan adanya gangguan.
- Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas: Ketiga surat pendek ini dikenal sebagai “Al-Mu’awwidzatain” (dua surat perlindungan) dan “Al-Mu’awwidzah” (satu surat perlindungan). Membacanya secara berulang-ulang, terutama di pagi dan sore hari, dapat menjadi benteng perlindungan bagi diri dan rumah.
- Doa Perlindungan Umum: Panjatkan doa-doa perlindungan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW, seperti “A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan). Doa ini dapat dibaca saat merasa tidak nyaman atau melihat tokek.
- Ruqyah Mandiri: Lakukan ruqyah mandiri dengan membaca ayat-ayat Al-Qur’an dan doa-doa perlindungan ke dalam air, kemudian percikkan air tersebut di area-area yang sering dilalui tokek atau di seluruh penjuru rumah, sambil berniat memohon perlindungan kepada Allah.
- Memutar Murottal Al-Qur’an: Putarlah lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an (murottal) di rumah. Suara Al-Qur’an diyakini dapat membawa ketenangan dan keberkahan, serta menjauhkan hal-hal negatif.
Menciptakan Lingkungan Rumah yang Diberkahi dan Tidak Disukai Tokek
Selain amalan doa dan ruqyah, ada beberapa tindakan nyata yang dapat dilakukan untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang diberkahi dan tidak nyaman bagi tokek atau gangguan lainnya. Amalan-amalan ini mencakup aspek kebersihan fisik dan spiritual, yang secara holistik mendukung terciptanya suasana positif di rumah. Berikut adalah poin-poin penting yang perlu diperhatikan:
- Menjaga Kebersihan Rumah: Pastikan rumah selalu dalam keadaan bersih dan rapi. Singkirkan barang-barang yang tidak terpakai, bersihkan sarang laba-laba, dan hindari penumpukan kotoran atau sampah yang dapat menarik serangga, yang pada gilirannya menjadi makanan tokek.
- Memperbanyak Ibadah di Rumah: Hidupkan suasana rumah dengan ibadah. Dirikan shalat wajib dan sunnah, membaca Al-Qur’an, serta berdzikir secara rutin. Rumah yang sering digunakan untuk beribadah akan memancarkan energi positif.
- Menghindari Maksiat dan Perbuatan Buruk: Jauhkan rumah dari perbuatan maksiat seperti ghibah (menggunjing), pertengkaran, atau mendengarkan musik yang melalaikan dari mengingat Allah secara berlebihan. Lingkungan yang penuh dosa diyakini dapat menarik hal-hal negatif.
- Menutup Makanan dan Minuman: Selalu tutup rapat makanan dan minuman agar tidak menarik serangga atau hewan kecil lainnya yang menjadi mangsa tokek. Ini juga merupakan anjuran dalam Islam untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
- Membaca Basmalah Saat Masuk Rumah: Biasakan membaca “Bismillah” saat masuk rumah. Hal ini diyakini dapat menghalangi setan dan gangguan lainnya untuk ikut masuk ke dalam rumah.
- Menyirami Air Garam di Sudut-sudut Rumah: Beberapa praktik tradisional Islam menyarankan untuk menyiramkan air yang telah dicampur garam di sudut-sudut rumah. Meskipun bukan dalil langsung dari sunnah, ini dianggap sebagai ikhtiar tambahan untuk menjaga kebersihan dan menolak hal-hal yang tidak diinginkan.
Dalam menghadapi setiap tantangan, termasuk gangguan tokek, seorang Muslim diajarkan untuk tidak hanya berikhtiar secara fisik tetapi juga bertawakal sepenuhnya kepada Allah SWT.
“Para ulama senantiasa mengingatkan bahwa dalam setiap permasalahan, seorang mukmin wajib menggabungkan antara ikhtiar yang sungguh-sungguh dan tawakal yang tulus. Berikhtiar mencari solusi dengan cara-cara yang halal dan sesuai syariat adalah kewajiban, namun hati harus tetap bersandar penuh kepada Allah, meyakini bahwa segala hasil adalah ketetapan-Nya. Tanpa tawakal, ikhtiar akan terasa berat; tanpa ikhtiar, tawakal menjadi sia-sia.”
Tindakan Pencegahan dan Lingkungan Islami Bebas Tokek

Menciptakan lingkungan rumah yang bersih dan terawat merupakan langkah fundamental dalam menjaga kenyamanan dan ketenangan penghuninya. Selain aspek estetika, kebersihan rumah juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam dalam Islam, di mana kebersihan adalah bagian dari iman. Dengan menjaga rumah tetap bersih, kita tidak hanya mencegah kehadiran makhluk yang tidak diinginkan seperti tokek, tetapi juga mengundang keberkahan dan ketenteraman. Pencegahan ini berakar pada prinsip-prinsip kebersihan yang diajarkan dalam agama, menciptakan suasana yang tidak menarik bagi tokek sekaligus mendatangkan rahmat Allah SWT.
Mengidentifikasi Pemicu Kehadiran Tokek dan Solusi Kebersihan
Tokek, seperti banyak makhluk lain, cenderung tertarik pada lingkungan yang menyediakan kebutuhan dasarnya: makanan, tempat berlindung, dan kelembapan. Oleh karena itu, langkah pertama dalam pencegahan adalah mengidentifikasi dan menghilangkan faktor-faktor penarik tersebut di dalam dan sekitar rumah. Memahami kebiasaan ini memungkinkan kita untuk mengambil tindakan pencegahan yang efektif, selaras dengan anjuran menjaga kebersihan dalam Islam.
- Sumber Makanan: Tokek memakan serangga seperti nyamuk, lalat, kecoa, dan laba-laba. Kehadiran serangga ini seringkali menandakan adanya sisa makanan yang tidak tertutup rapat, sampah yang menumpuk, atau kelembapan berlebih. Pastikan sisa makanan segera dibersihkan, tempat sampah tertutup rapat dan rutin dikosongkan, serta tidak ada genangan air.
- Tempat Berlindung: Tokek menyukai tempat-tempat gelap, lembap, dan tersembunyi seperti celah dinding, tumpukan barang bekas, di balik lemari, atau di bawah perabotan yang jarang digeser. Menyingkirkan barang-barang tidak terpakai dan menutup celah pada dinding atau plafon akan mengurangi tempat persembunyian mereka.
- Kelembapan: Area yang lembap dan kurang ventilasi sering menjadi favorit tokek. Pastikan kamar mandi, dapur, dan area lain memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak ada kebocoran pipa yang menyebabkan kelembapan berlebih.
- Celah dan Lubang: Periksa dan perbaiki celah atau lubang pada dinding, langit-langit, atau di sekitar pintu dan jendela yang bisa menjadi jalur masuk atau tempat tinggal tokek. Penggunaan kawat kasa pada ventilasi juga dapat mencegah masuknya serangga dan tokek.
Menjaga Kebersihan Rumah untuk Keberkahan dan Ketenangan
Menjaga kebersihan rumah secara menyeluruh bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan yang sehat dan diberkahi. Dalam ajaran Islam, kebersihan fisik dan spiritual saling terkait. Rumah yang bersih tidak hanya mengusir tokek tetapi juga mendatangkan ketenangan jiwa dan keberkahan. Praktik kebersihan ini merupakan bentuk syukur atas nikmat tempat tinggal yang diberikan Allah SWT.Berikut adalah beberapa praktik kebersihan yang dapat diterapkan secara rutin:
- Pembersihan Rutin: Lakukan penyapuan dan pengepelan lantai secara teratur. Bersihkan debu dari permukaan furnitur, rak, dan hiasan dinding. Ini akan menghilangkan remah-remah makanan yang mungkin menarik serangga, serta membersihkan kotoran yang bisa menjadi tempat bersembunyi.
- Membersihkan Sarang Laba-laba: Sarang laba-laba seringkali menjadi indikator kurangnya pembersihan di area tinggi atau sudut-sudut yang tersembunyi. Membersihkan sarang laba-laba secara rutin tidak hanya menghilangkan salah satu sumber makanan tokek (laba-laba itu sendiri) tetapi juga membuat rumah terlihat lebih rapi dan terawat.
- Menyingkirkan Barang Tak Terpakai: Tumpukan koran bekas, kardus kosong, pakaian lama, atau barang-barang lain yang tidak terpakai sering menjadi tempat persembunyian favorit tokek dan serangga lainnya. Lakukan decluttering secara berkala; buang, sumbangkan, atau simpan barang-barang tersebut di tempat yang tertutup rapat.
- Ventilasi dan Pencahayaan: Pastikan rumah memiliki ventilasi yang baik agar udara segar dapat bersirkulasi dan kelembapan tidak menumpuk. Buka jendela di pagi hari untuk membiarkan cahaya matahari masuk. Sinar matahari dikenal sebagai disinfektan alami dan dapat membuat lingkungan menjadi kurang menarik bagi tokek yang menyukai tempat gelap.
- Pembersihan Area Dapur dan Kamar Mandi: Kedua area ini rentan terhadap kelembapan dan sisa makanan. Bersihkan dapur setelah setiap kali memasak, pastikan tidak ada sisa makanan di wastafel atau lantai. Untuk kamar mandi, pastikan selalu kering dan tidak ada genangan air.
Visualisasi Rumah yang Bersih, Rapi, dan Bebas Tokek
Bayangkan sebuah rumah yang senantiasa bersih dan rapi, di mana cahaya matahari pagi menembus jendela-jendela besar, menerangi setiap sudut ruangan. Udara segar berembus lembut, membawa aroma keharuman alami dan ketenangan. Dinding-dindingnya bersih tanpa noda atau celah, lantai berkilau bebas debu, dan setiap perabot tertata apik pada tempatnya. Tidak ada tumpukan barang yang mengundang serangga, tidak ada sarang laba-laba di langit-langit, dan tidak ada jejak kotoran yang mengindikasikan kehadiran tokek.
Suasana rumah terasa damai dan menenteramkan, mencerminkan keteladanan dalam menjaga kebersihan yang dianjurkan dalam Islam. Ini adalah gambaran sebuah tempat tinggal yang tidak hanya nyaman secara fisik tetapi juga diberkahi secara spiritual, jauh dari gangguan tokek dan penuh dengan keberkahan.
Mengusir tokek di rumah menurut Islam dianjurkan dengan metode yang tidak menyakiti. Tindakan ini mencerminkan kesadaran kita akan harmoni lingkungan, yang erat kaitannya dengan pemahaman mendalam tentang kehidupan dunia dan akhirat menurut islam. Dengan begitu, kita bisa menyingkirkan tokek secara efektif sambil tetap menjaga adab dan nilai-nilai kebaikan.
Etika dan Batasan dalam Mengusir Tokek Menurut Islam

Dalam ajaran Islam, setiap tindakan manusia diatur oleh prinsip-prinsip etika dan moralitas, termasuk bagaimana kita berinteraksi dengan makhluk hidup lain, bahkan hewan yang dianggap hama sekalipun. Mengusir tokek dari rumah, meskipun diperbolehkan, harus dilakukan dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih sayang, menghindari tindakan kekerasan atau penyiksaan yang tidak perlu. Prinsip ini mencerminkan ajaran Islam yang menjunjung tinggi rahmat bagi seluruh alam.
Prinsip Kasih Sayang dalam Memperlakukan Hewan
Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa menunjukkan kasih sayang dan kebaikan kepada semua makhluk ciptaan Allah, termasuk hewan. Ketika menghadapi situasi di mana hewan seperti tokek perlu diusir dari lingkungan rumah, prinsip ini tetap harus menjadi landasan utama. Pengusiran harus dilakukan dengan niat untuk melindungi diri atau properti, bukan untuk menyakiti atau menyiksa. Ini berarti mencari cara yang paling tidak menyakitkan dan meminimalisir penderitaan hewan.
“Tidaklah seorang Muslim menanam tanaman atau menabur benih, lalu dimakan oleh burung, manusia, atau hewan melainkan itu menjadi sedekah baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini secara tidak langsung menggambarkan pentingnya kebaikan dan manfaat yang dapat diberikan kepada makhluk lain, bahkan dalam konteks pengusiran hama, semangat untuk tidak berbuat zalim harus tetap dipegang teguh.
Batasan Syariat dalam Tindakan Pengusiran Tokek, Cara mengusir tokek di rumah menurut islam
Meskipun pengusiran tokek diperbolehkan, Islam menetapkan batasan-batasan yang jelas mengenai metode yang boleh digunakan. Batasan ini bertujuan untuk mencegah kekejaman dan perbuatan zalim terhadap hewan. Metode pengusiran tidak boleh melanggar syariat, yang melarang tindakan penyiksaan, pembakaran, atau penggunaan racun yang menyebabkan penderitaan berkepanjangan.
Beberapa batasan yang harus diperhatikan antara lain:
- Menghindari penggunaan api atau bahan kimia yang bersifat korosif dan dapat menyebabkan luka bakar parah atau kematian yang menyakitkan.
- Tidak memotong anggota tubuh hewan secara sengaja sebagai bentuk penyiksaan.
- Menjauhi penggunaan racun yang tidak spesifik dan dapat membahayakan hewan lain yang tidak bersalah atau bahkan manusia.
- Tidak menjebak tokek dalam kondisi yang menyebabkan kelaparan atau kehausan ekstrem dalam waktu lama tanpa upaya pelepasan atau tindakan lebih lanjut.
Prinsipnya adalah, jika memang harus dibunuh (misalnya karena tidak ada cara lain untuk mengusir dan hewan tersebut membahayakan), maka pembunuhan harus dilakukan dengan cara yang paling cepat dan minim rasa sakit, sesuai dengan adab penyembelihan dalam Islam.
Contoh Tindakan Sesuai dan Tidak Sesuai Etika Islam
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, berikut adalah beberapa contoh tindakan yang sesuai dan tidak sesuai dengan etika Islam saat menghadapi tokek:
- Tindakan yang Sesuai Etika Islam:
- Mengusir tokek dengan suara keras atau gerakan tangan yang mengagetkan tanpa menyentuhnya, sehingga tokek menjauh dengan sendirinya.
- Menggunakan semprotan air ringan (bukan air panas) untuk membuat tokek merasa tidak nyaman dan bergerak pergi dari tempatnya.
- Menangkap tokek dengan hati-hati menggunakan alat bantu seperti jaring atau wadah, kemudian melepaskannya di area luar rumah yang aman dan jauh dari pemukiman.
- Memasang perangkap yang tidak membahayakan dan segera melepaskan tokek yang tertangkap begitu ditemukan, tanpa membiarkannya terperangkap terlalu lama.
- Memperbaiki celah atau lubang di dinding atau atap sebagai tindakan pencegahan agar tokek tidak masuk kembali, yang merupakan cara pasif dan non-invasif.
- Tindakan yang Tidak Sesuai Etika Islam:
- Memukul tokek secara membabi buta hingga mati atau cacat parah.
- Menyiksa tokek dengan cara-cara yang kejam, seperti membakar hidup-hidup, menyiram dengan air panas mendidih, atau memotong anggota tubuhnya.
- Menggunakan racun yang menyebabkan penderitaan berkepanjangan sebelum mati, atau racun yang dapat mencemari lingkungan dan membahayakan makhluk lain.
- Menjebak tokek dalam perangkap lengket yang membuatnya terdiam dan mati perlahan karena kelaparan atau kehausan tanpa ada upaya untuk segera mengakhiri penderitaannya.
- Membiarkan tokek yang terluka parah tanpa memberikan pertolongan atau mengakhiri penderitaannya dengan cara yang cepat dan manusiawi.
Dengan memahami dan menerapkan etika serta batasan ini, kita dapat mengusir tokek dari rumah sesuai dengan ajaran Islam, yaitu dengan menjaga keseimbangan antara kebutuhan manusia dan hak-hak makhluk hidup lain.
Simpulan Akhir

Mengusir tokek dari rumah menurut ajaran Islam merupakan sebuah upaya yang menggabungkan dimensi spiritual dan praktis. Kunci utama terletak pada ikhtiar yang sungguh-sungguh, tawakal kepada Allah, serta menjaga kebersihan rumah sebagai cerminan keimanan. Dengan menerapkan metode pengusiran yang syar’i dan etis, disertai doa dan amalan ibadah, diharapkan rumah tidak hanya bebas dari gangguan tokek, tetapi juga senantiasa diselimuti keberkahan dan ketenangan.
Setiap langkah yang diambil hendaknya selalu berlandaskan pada kasih sayang dan batasan yang diajarkan Islam, sehingga tercipta harmoni antara manusia dan lingkungannya.
Pertanyaan dan Jawaban
Apakah membunuh tokek diperbolehkan dalam Islam?
Islam menganjurkan untuk mengusir tokek terlebih dahulu. Jika tidak ada cara lain dan tokek menimbulkan bahaya atau gangguan yang sangat serius, sebagian ulama membolehkan membunuh tokek dengan cara yang cepat dan tidak menyiksa, sebagaimana hadits yang menyebutkan anjuran membunuh fumaiq (tokek/cicak) karena dianggap sebagai hewan pengganggu.
Apakah tokek berbahaya bagi kesehatan manusia?
Secara umum, tokek tidak secara langsung berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, kotoran atau air liurnya bisa menjadi pembawa bakteri tertentu. Keberadaannya juga bisa menarik serangga lain yang mungkin menjadi sumber penyakit.
Adakah waktu tertentu yang dianjurkan untuk mengusir tokek?
Tidak ada waktu spesifik yang dianjurkan dalam Islam untuk mengusir tokek. Namun, umumnya tokek lebih aktif pada malam hari, sehingga upaya pengusiran bisa lebih efektif dilakukan saat itu.
Bagaimana membedakan tokek yang harus diusir atau dibiarkan?
Dalam Islam, anjuran mengusir tokek lebih didasari pada sifatnya sebagai hewan pengganggu dan kotor. Tidak ada perbedaan jenis tokek tertentu yang secara khusus harus diusir atau dibiarkan. Jika kehadirannya menimbulkan ketidaknyamanan atau dianggap kotor, maka anjuran untuk mengusir atau membersihkannya tetap berlaku.
Apakah suara tokek memiliki makna atau pertanda dalam Islam?
Dalam ajaran Islam, suara tokek tidak memiliki makna khusus atau pertanda akan suatu kejadian. Kepercayaan yang mengaitkan suara tokek dengan keberuntungan atau kesialan lebih banyak berasal dari budaya dan mitos lokal, bukan dari dalil syar’i.



